Karyawan RSIS mengikuti doa bersama di halaman rumah sakit tersebut di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (26/9/2017). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos) Karyawan RSIS mengikuti doa bersama di halaman rumah sakit tersebut di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (26/9/2017). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)
Kamis, 28 September 2017 06:35 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

POLEMIK RSIS
Gaji Hanya Terima 50%, Nasib Karyawan RSIS Tak Jelas

Nasib karyawan RSIS tak jelas menyusuk konflik yang berkepanjangan.

Solopos.com, SUKOHARJO — Nasib karyawan Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, tak jelas menyusul konflik yang tak kunjung kelar. Gaji mereka hanya dibayar 50% dan tunjangan hari raya (THR) juga tak dibayar penuh.

Hal ini diperparah mencuatnya kabar 12 karyawan instalasi gizi segera dirumahkan oleh manajemen rumah sakit tersebut. Para karyawan RSIS mengungkapkan keprihatinan mereka dengan menggelar doa di gerbang pintu rumah sakit, Selasa (26/9/2017) sekitar pukul 09.00 WIB. Aksi itu diikuti 100-an karyawan. (Baca: Izin Habis, RSIS Diminta Hentikan Pelayanan)

Konflik antara Yayasan Wakaf RSIS (YWRSIS) dengan Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis) berdampak besar bagi karyawan. Jumlah pasien yang berobat ke RSIS menurun drastis dibanding beberapa tahun lalu.

Otomatis kondisi keuangan rumah sakit ikut anjlok. Imbasnya, para karyawan hanya menerima separuh THR dan gaji. “Para karyawan hanya bekerja maksimal selama 15 hari selama sebulan. Gaji yang diterima setiap bulan hanya 50 persen sejak Agustus lalu,” kata seorang karyawan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSIS, Dwi Sunaryo, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa.

Nasib ratusan karyawan rumah sakit belum jelas lantaran konflik antara YWRSIS dengan Yarsis belum menemui titik temu. Mereka meyakini hak-hak karyawan tak bakal terpenuhi sebelum konflik antara kedua yayasan itu selesai. Padahal, para karyawan harus memberi nafkah keluarga masing-masing.

“Kami melakukan doa bersama, Salat Duha untuk memohon kepada Allah SWT agar konflik di rumah sakit rampung dan para karyawan menerima gaji utuh setiap bulan,” ujar Dwi.

Hal senada diungkapkan karyawan instalasi gizi RSIS, Peni. Manajemen rumah sakit telah mengadakan pertemuan membahas rencana merumahkan beberapa karyawan. Jumlah karyawan instalasi gizi yang akan dirumahkan ada 12 orang. Kemungkinan besar mereka dirumahkan mulai Oktober.

Para karyawan yang dirumahkan hanya menerima separuh gaji pokok. “Ada 12 karyawan yang akan dirumahkan termasuk saya. Sudah dirapatkan [rencana merumahkan karyawan] jajaran direksi rumah sakit. Hanya surat keputusan kebijakan itu belum terbit,” terang dia.

Peni mengungkapkan dahulu RSIS merupakan salah satu rumah sakit swasta idola masyarakat Sukoharjo dan sekitarnya. Para pasien tak hanya dari Sukoharjo melainkan juga Boyolali dan Kota Solo. Kini, eksistensi RSIS sebagai rumah sakit favorit itu makin luntur sejak konflik berkepanjangan antara YWRSIS dengan Yarsis.

Sementara itu, seorang staf Bagian Personalia RSIS, Habib Maksum, mengatakan belum mengetahui secara jelas ihwal rencana manajemen rumah sakit merumahkan beberapa karyawan. Hal itu merupakan wewenang jajaran direksi rumah sakit.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…