Kondisi teras rumah Sukirno, 59, warga Dukuh Krawingan, Desa Jombor, Kecamatan Ceper, Klaten, rusak setelah tertabrak truk gandeng, Kamis (28/9/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Kondisi teras rumah Sukirno, 59, warga Dukuh Krawingan, Desa Jombor, Kecamatan Ceper, Klaten, rusak setelah tertabrak truk gandeng, Kamis (28/9/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Kamis, 28 September 2017 15:55 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

KECELAKAAN KLATEN
Penyandang Tunanetra Tewas Terjepit Ban Truk Gandeng yang Menabrak Rumahnya

Truk menabrak dua rumah di jalan Solo-Klaten dan menewaskan salah satu penghuninya yang menyandang tunanetra.

Solopos.com, KLATEN — Seorang penyandang tunanetra, Sukirno, 59, tewas dengan kondisi tubuh terjepit ban truk yang menabrak rumahnya di tepi jalan raya Klaten-Solo, Dukuh Krawingan, Desa Jombor, Kecamatan Ceper, Klaten, Kamis (28/9/2017) dini hari.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, truk gandeng berpelat nomor W 8864 UR melaju dari arah Klaten menuju Solo. Mendekati lokasi kejadian, truk tiba-tiba menepi hingga menabrak tiang kabel optik, patok petunjuk kilometer, serta teras dua rumah milik Sukirno dan Risdiyati.

Salah satu warga, Joko, 56, menuturkan saat mendatangi lokasi kejadian ia melihat kondisi teras dua rumah itu sudah berantakan. Ia lantas mendatangi rumah Sukirno lantaran mendengar istri penyandang tunanetra itu, Tentrem, mengeluarkan suara panik.

“Ia [Tentrem]  teriak suaminya hilang. Saat kejadian, Tentrem bersama dua anaknya tidur di dalam rumah,” kata Joko saat ditemui wartawan di sekitar rumah Sukirno.

Joko bersama warga lantas mencari Sukirno dan mendapati pria tersebut terjepit ban dalam kondisi meninggal dunia. Butuh waktu tiga jam untuk mengeluarkan tubuh Sukirno. “Saat jam segitu biasanya korban terbangun dan duduk di teras rumah. Terkadang menyapu lantai,” urai dia.

Selama puluhan tahun, Sukirno dikenal sebagai penyandang tunanetra yang membuka jasa pijat di rumahnya. Ia memiliki keluarga di daerah asalnya, Sragen.

Kakak Sukirno, Sumirah, mengatakan selama ini Sukirno dikenal pekerja keras dan akrab dengan saudara-saudaranya. Tentrem merupakan istri kedua setelah istri pertama Sukirno juga meninggal dunia lantaran kecelakaan lebih dari lima tahun lalu. “Memang selama ini adik saya menjadi tukang pijat,” kata Sumirah.

Sopir Truk Kabur

Sementara itu, setelah menabrak rumah Sukirno, pengemudi dan kernet truk melarikan diri. Diduga, sopir truk mengantuk hingga tak bisa mengendalikan kendaraan yang dikemudikan.

Kanit Laka Satlantas Polres Klaten, Ipda Sumasna, mengatakan masih menelusuri keberadaan pengemudi serta kernet truk tersebut. Dari keterangan warga, seusai kejadian melihat dua orang berjalan kaki memasuki perkampungan.

“Kami sudah mengantongi nama yang diduga menjadi salah satu awak truk. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polres Kediri karena perusahaan pemilik truk tersebut dari Kediri. Kami mengimbau sopir dan kernet truk menyerahkan diri,” urai dia.

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertaruhan Messi dan Ronaldo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (20/11/2017). Esai ini karya M. Zainal Muttaqien, dosen di Jurusan Sastra Inggris Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainaldo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Babak play off kualifikasi Piala Dunia 2108 telah selesai,…