Muhammad Djufri dan Amin Romas sujud syukur di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo, Kamis (14/9/2017). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos) Muhammad Djufri dan Amin Romas sujud syukur di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo, Kamis (14/9/2017). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos)
Rabu, 27 September 2017 07:35 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

POLEMIK RSIS
Djufri dan Romas Diputus Bebas, Kejari Sukoharjo Ajukan Kasasi

Polemik RSIS, Kejari Sukoharjo memutuskan mengajukan kasasi atas putusan majelis hakim PN yang memutus bebas Djufri dan Romas.

Solopos.com, SUKOHARJO — Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo memutuskan mengajukan kasasi atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo yang membebaskan M. Djufri dan Amin Romas dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen Yarsis.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sukoharjo, Bambang Marwoto, meminta jaksa penuntut umum (JPU) kasus tersebut segera mendaftarkan memori kasasi ke Mahkamah Agung (MA). “Kami sudah minta jaksa melakukan kasasi, apakah memori kasasi sudah diajukan atau belum coba tanya ke jaksa saja,” kata Bambang Marwoto di Kantor Pemkab Sukoharjo, Selasa (26/9/2017). (Baca: Djufri dan Romas Diputus Bebas, JPU Pikir-Pikir)

Bambang menjelaskan pengajuan memori kasasi memiliki deadline dan dia meminta jaksa segera mengajukannya. JPU kasus pemalsuan dokumen Yarsis, Khoirin, kepada wartawan mengatakan jaksa sepakat mengajukan kasasi atas putusan terhadap M. Djufri dan Amin Romas, terdakwa dugaan pemalsuan dokumen Yayasan Yarsis.

Jaksa sudah berunding dan sepakat mengajukan kasasi karena vonis yang diberikan majelis hakim bebas murni. Pernyataan Khoirin ini seperti pernyataannya seusai persidangan beberapa waktu lalu. Namun, waktu itu Khoirin menyatakan akan berkonsultasi dengan atasannya terlebih dahulu.

Dia menyebutkan ada beberapa pertimbangan pengajuan kasasi di antaranya amar putusan majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana subsider tetapi perbuatannya tidak masuk tindak pidana. “Di putusan sela majelis hakim menyebutkan kasus itu pidana.”

Muhammad Djufri, 76, dan Muhammad Amin Romas, 76, diputus bebas oleh majelis hakim PN Sukoharjo dalam persidangan, Kamis (14/9/2017). Majelis hakim menyatakan kedua terdakwa tidak terbukti melakukan seperti yang didakwakan dalam dakwaan primer. Sebelumnya jaksa menuntut keduanya dengan hukuman empat tahun penjara.

 

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…