Ilustrasi perceraian (Odditycentral.com) Ilustrasi perceraian (Odditycentral.com)
Rabu, 27 September 2017 00:00 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

KISAH UNIK
Pengadilan Tiongkok Bikin Ujian Perceraian

Kisah unik tentang Pengadilan Tiongkok membuat ujian perceraian khusus bagi pasangan suami istri yang ingin berpisah.

Solopos.com, SOLO – Pengadilan Tiongkok membuat ujian khusus bagi pasangan yang hendak bercerai. Menariknya, mereka tidak boleh sukses menjalani ujian tersebut jika benar-benar ingin berpisah.

Ujian perceraian itu diberlakukan di Pengadilan Negeri Yibin, Sichuan, Tiongkok. Ujian ini merupakan gagasan dari seorang hakim bernama Wang Shiyu. Dia sengaja membuat ujian tersebut lantaran tingginya permohonan cerai yang diajukan warga. Lebih lanjut, ia berharap, setiap pasangan suami istri berpikir dua kali sebelum memutuskan mengakhiri pernikahan.

“Kami hanya ingin mengetahui seberapa rumit masalah dalam rumah tangga pasangan yang ingin berpisah. Kami akan menguji mereka secara terpisah. Hasil tes ini menjadi pertimbangan keputusan yang kami ambil,” kata Wang Shiyu seperti dilansir Oddity Central, Selasa (26/9/2017).

Perceraian merupakan salah satu kasus yang paling banyak ditangani di Pengadilan Negeri Yibin. Padahal, pernikahan adalah ikatan suci yang tidak boleh diakhiri begitu saja. Oleh sebab itu, setiap pasangan yang hendak bercerai harus melewati ujian tersebut. Hakim akan menyetujui permohonan cerai jika pasangan itu mendapat nilai di bawah 60 poin.

“Sebagai wilayah yang memiliki lebih dari satu juta penduduk, Pengadilan Negeri Yibin menerima ratusan kasus setiap tahun. Separuh dari kasus tersebut tentang rumah tangga. Kasus perceraian menempati posisi teratas. Oleh sebab itu, kami tidak mau tergesa-gesa menyelesaikan masalah itu,” tambahnya.

Ujian perceraian itu terdiri dari tiga bagian mencakup kehidupan berumah tangga yang telah dijalani masing-masing pasangan. Setiap pasangan wajib memberikan jawaban dengan jujur. Sebab, hasil tes itulah yang nantinya menjadi penentu terkabul atau tidaknya permohonan cerai yang diajukan.

Setelah selesai menjalani tes, pasangan suami istri wajib menyerahkan dokumen pernikahan. Setelah itu, hakim akan membaca hasil tes dan mencocokkan dengan dokumen nikah untuk memberikan nilai. Jika nilai ujian tersebut lebih dari 60, maka hakim bakal menolak permohonan cerai. Hakim bakal memberikan nasihat kepada pasangan tersebut untuk memperbaiki hubungan mereka.

Peraturan baru soal perceraian itu tentu saja membuat warga Tiongkok heboh. Mereka menilai perceraian merupakan masalah pribadi yang tidak boleh dicampuri orang lain. Menurut mereka, hakim lebih baik fokus pada hal lain seperti tunjangan dan hak asuh anak.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…