Pengendara kendaraan bermotor sedang melintas di perlintasan sebidang rel kereta api di simpang Ngeseng, Desa Sentolo, Senin (25/9/2017) siang. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Pengendara kendaraan bermotor sedang melintas di perlintasan sebidang rel kereta api di simpang Ngeseng, Desa Sentolo, Senin (25/9/2017) siang. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 26 September 2017 02:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Perlintasan KA di Ngeseng akan Ditutup Permanen 14 Oktober

Perlintasan sebidang kereta api (KA) yang melintas di simpang Ngeseng, Desa Sentolo, rencananya akan resmi ditutup secara permanen

Solopos.com, KULONPROGO-Perlintasan sebidang kereta api (KA) yang melintas di simpang Ngeseng, Desa Sentolo, rencananya akan resmi ditutup secara permanen, pada 14 Oktober 2017.

Rencana penutupan ini juga telah diikuti pantauan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional VI bersama Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY), Senin (25/9/2017).

Kepala Bidang Perhubungan Udara dan Keselamatan Transportasi Dishub DIY, Didit Suranto mengatakan rencana penutupan permanen perlintasan sebidang Ngeseng ini telah dipertimbangkan sebelumnya. Termasuk dengan rencana penutupan perlintasan sebidang rel KA di Janti, Bantul dan Lempuyangan, Kota Jogja.

Kebijakan penutupan jalur sebidang ini, merupakan bagian dari program nasional. Bertujuan mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang. Menurut dia, pemerintah berupaya memperkecil potensi risiko, dengan menutup perlintasan secara bertahap. Selain itu, membangun jalan layang (fly over) maupun terowongan jalan tembus (underpass), sebagai akses lintasan pengganti bagi pengendara.

“Di antara tiga perlintasan rel KA tadi [Janti, Lempuyangan, Ngeseng], perlintasan Ngeseng dianggap lebih siap, karena telah memiliki solusi bagi pengendara. Yaitu jalur tersebut telah dilengkapi dengan fly over dan underpass,” kata dia, di lokasi pantauan, Senin.

Didit menambahkan, nantinya untuk perlintasan Janti sudah dipastikan akan ditutup, namun penutupan akan lebih dahulu dilakukan di perlintasan Ngeseng. Sedangkan untuk perlintasan Lempuyangan, masih akan dilakukan kajian.

Teknis penutupan perlintasan Ngeseng dilakukan dengan cara mencabut palang pintu, meniadakan pos penjaga perlintasan, memasang palang besi berwarna hitam kuning, dan/atau menambah bantalan penghalang. Agar pengendara tidak lagi bisa melewati perlintasan.

Setelah ditutup permanen, arus lalu lintas dari Jogja menuju Wates lewat Pengasih, akan diarahkan ke jalan layang simpang empat Ngelo, melalui selatan pasar lama Sentolo. Teknis pengalihan arus ini, juga telah dilakukan pada masa Idulfitri 2017 lalu dan beberapa pekan setelahnya, namun hanya bersifat sementara.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…