Ilustrasi peyidik KPK (JIBI/Bisnis/Rahmatullah) Ilustrasi penyidik KPK (JIBI/Bisnis/Rahmatullah)
Selasa, 26 September 2017 22:30 WIB Samdysara Saragih/JIBI/Bisnis Hukum Share :

DPP Golkar Bantah Bupati Kukar Sudah Jadi Tersangka

DPP Partai Golkar membantah kabar yang menyebut Bupati Kukar Rita Widyasari sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Solopos.com, JAKARTA — Ketua DPP Partai Golkar Aziz Syamsuddin membantah penetapan Ketua DPD I Partai Golkar Kalimantan Timur sekaligus Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, KPK sudah mengonfirmasi hal itu.

“Setahu saya penetapan tersangkanya belum. Setahu saya juga belum ditangkap,” katanya ketika dimintai konfirmasi Bisnis/JIBI, Selasa (26/9/2017) malam.

Aziz tidak menyangkal bahwa KPK menggeledah kantor Rita pada pagi hari ini. Meski demikian, dia enggan berspekulasi apakah tindakan lembaga antirasuah itu bisa bermuara pada penetapan Rita sebagai tersangka. “Saya tidak tahu,” ujar Ketua Badan Anggaran DPR ini.

Sebelumnya, Rita dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi. Pagi tadi, enam petugas KPK menggeledah Kantor Pemkab Kukar tetapi Rita tidak ada di tempat. Baca juga: Bupati Cantik Kukar Jadi Tersangka.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menyatakan pihaknya telah meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan terhadap Rita Widyasari. Hanya saja, dia belum merincikan kasus gratifikasi yang menyeret Bupati Kukar tersebut. Baca juga: Begini Dugaan Suap yang Menjerat Bupati Kukar Rita Widyasari.

“Ya [Rita Widyasari sudah ditetapkan tersangka],” ujar Basaria dikutip Solopos.com dari Okezone, Selasa (26/9/2017).

Rita merupakan Bupati Kukar dua periode dan berniat maju dalam Pilgub Kaltim 2018. Popularitas dan elektabilitas puteri mantan Bupati Kukar Syaukani Hasan Rais ini dinilai cukup tinggi untuk bersaing memperebutkan kursi Gubernur Kaltim.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…