Saluran air di Dam Colo Timur, Nguter, Minggu (19/5/2013). Dam Colo Timur ini mengaliri saluran irigasi di enam kecamatan di Sukoharjo. (JIBI/SOLOPOS/Dian Dewi Purnamasari) Saluran air di Dam Colo Timur, Nguter, Minggu (19/5/2013). Dam Colo Timur ini mengaliri saluran irigasi di enam kecamatan di Sukoharjo. (JIBI/SOLOPOS/Dian Dewi Purnamasari)
Selasa, 26 September 2017 07:35 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

Besok, TKPSDA Jateng-Jatim Rapat Bahas Penutupan Dam Colo

TKPSDA Jateng dan TKPSDA Jatim akan bertemu untuk membahas rencana penutupan Dam Colo.

Solopos.com, SUKOHARJO — Permintaan petani agar penutupan Dam Colo ditunda hampir mustahil dipenuhi. Hal itu karena ketinggian air Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri sudah mendekati level terendah.

Saat ini, ketinggian air Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri mendekati level terendah yakni 127 meter di atas permukaan laut (mdpl). Terkait rencana penutupan Dam Colo ini, Tim Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya Air (TKPSDA) Jateng dan TKPSDA Jatim akan bertemu pada Rabu (27/9/2017). (Baca: Abaikan Permintaan Petani, TKPSDA Pastikan Dam Colo Ditutup Per 1 Oktober)

Kepala Divisi Jasa ASA III Perum Jasa Tirta I Wilayah Sungai Bengawan Solo, Erwando Rahmadi, mengatakan pertemuan yang sekaligus membahas permintaan para petani pengguna air agar penutupan Dam Colo ditunda itu akan dihadiri beberapa instansi terkait dan stakeholder seperti Pemprov Jateng dan Pemprov Jatim, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Perum Jasa Tirta, serta Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo.

“Saya hanya operator pengelola sumber daya air. Apa pun kebijakan yang diputuskan TKPSDA akan saya laksanakan dan patuhi,” kata dia kepada Solopos.com, Senin (25/9/2017).

Sesuai aturan, batas terendah muka air WGM yakni 127 mdpl. Saat ini, tinggi muka air mendekati level terendah. Penundaan penutupan Dam Colo akan berimbas pada berkurangnya ketinggian air WGM. Ketinggian air waduk bisa berkurang drastis hingga di bawah 127 mdpl. (Baca:

Kondisi ini berimplikasi merusak struktur bangunan bendungan. “Kami kesulitan merealisasikan permintaan petani ihwal penundaan penutupan Dam Colo. Ketinggian air waduk mendekati level terendah,” papar dia.

Menurut Erwando, penutupan Dam Colo merupakan konsensus TKPSDA Jateng dan TKPSDA Jatim. Mereka sepakat Dam Colo ditutup selama sebulan mulai 1 Oktober untuk kegiatan pemeliharaan bangunan seperti rehabilitasi saluran irigasi baik Colo Timur maupun Colo Barat.

Kendati demikian, Erwando menunggu hasil rapat TKSPDA Jateng dan TKPSDA Jatim untuk membahas aspirasi para petani. “Saya berharap para petani memahami kondisi ketinggian air waduk. Jika dipaksakan dengan menyuplai air ke lahan pertanian bakal ada efek buruknya,” terang Erwando.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur, Sarjanto, mengungkapkan hujan mulai mengguyur wilayah Soloraya, Minggu (24/9/2017) malam. Hal ini cukup membantu para petani apabila Dam Colo ditutup. Dia akan melihat intensitas hujan yang turun menjelang penutupan Dam Colo.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….