Berbagai HP jadul dan outdoor yang dijual pada Cangkruknas IV yang digelar di XT Square, Sabtu (23/9/2017). (I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja) Berbagai HP jadul dan outdoor yang dijual pada Cangkruknas IV yang digelar di XT Square, Sabtu (23/9/2017). (I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 24 September 2017 15:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Berburu HP Jadul di Cangkruknas, Arief Dapat Siemens M65

Cangkruknas merupakan ajang silahturahmi pecinta HP jaman dulu (jadul) dan outdoor seluruh Indonesia

Solopos.com, JOGJA- Sebagai seorang fanatik Siemens, Arief Wibowo merasa cukup bahagia bisa memenangkan Handphone (HP) Siemens M65 dalam salah satu sesi lelang di Cangkruknas IV, Sabtu (23/9/2017). Cangkruknas merupakan ajang silahturahmi pecinta HP jaman dulu (jadul) dan outdoor seluruh Indonesia yang tahun ini berlangsung di XT Square, Umbulharjo, Kota Jogja.

Arief berhasil membawa pulang HP yang dirilis tahun 2004 tersebut dengan mengeluarkan uang sebanyak Rp330.000. Sebenarnya, seseorang menawar Siemens M65 dengan harga yang lebih tinggi, yakni Rp340.000.

Tapi karena orang tersebut menaikkan tawaran dengan jumlah Rp10.000, maka panitia menganggap tawaran itu tidak sah. Hal ini terjadi karena panitia menetapkan tawaran harus Rp20.000 dan kelipatannya.

Dan mengingat waktu penawaran yang telah usai, maka akhirnya HP tersebut jatuh ke tangan Arief Wibowo, seorang pecinta HP Jadul yang datang jauh-jauh dari Depok, Jawa Barat. Ia mengaku sebagai pecinta garis keras HP Siemens. Semenjak dirinya mulai membeli HP tahun 2002, Arief sudah tak bisa jauh-jauh dari merk Siemens.

Dulu ia mengklaim punya banyak HP Siemens jadul, tapi sekarang hanya tinggal delapan. Tiga di antaranya dipakai untuk kehidupan sehari-hari. Arief mencintai Siemens karena ia menganggap teknologi yang diciptakan bangsa Jerman selalu lebih unggul daripada yang dibuat bangsa-bangsa lain.

“Kalau teknologi, saya percaya Jerman yang terbaik. Termasuk juga mobil, untuk beberapa jenis, saya suka dengan merk Jerman,” katanya penuh semangat.

Arief mengatakan tak tertarik sedikit pun memegang smarthphone. Ia lebih suka dengan HP jadul. Hanya karena keadaan saja ia akhirnya membeli smartphone.
Pasalnya, anak-anaknya tak pernah mau membalas pesan singkat yang ia kirimkan. Kalau ia sedang rindu atau ada perlu dengan anak atau sekedar menayakan kabar, ia harus menelpon. Karena merasa kurang efektif, Arief kemudian memutuskan membeli smartphone berbasis android.

Tujuannya satu, agar bisa berkomunikasi via WhatsApp dengan buah hatinya. Karena kalau pesannya dikirimkan lewat WhatsApp, anak-anaknya, entah kenapa, punya kemauan untuk membalas. “Biasalah anak muda zaman sekarang,” ujar Arief yang berprofesi sebagai guru ini.

Selain Siemens M65, dalam lelang juga ditawarkan berbagai HP-HP jadul dan outdoor yang mungkin saja namanya belum pernah kita dengar seperti Sony Ericsson Jalou F100, Samsung GT-E 1107 solar cell, Nokia 9500 Communicator, Nokia 8800 dan Motorola Iridium Satelit seri 9505.

Dua nama yang disebutkan terakhir adalah bintang yang paling ditunggu dalam lelang. Hingga artikel ini ditulis, Nokia 8.800 laku Rp1.150.000. Padahal di pasaran, HP jenis ini bisa laku diatas Rp1.500.000. Sedangkan Motorola Iridium Satelit seri 9505 belum laku.

Ketua Penasehat Cangkruknas IV, Chandra Haricahya mengatakan, tujuan diadakannya lelang adalah supaya para kolektor dan maniak hape jadul bisa mendapatkan apa yang diinginkan dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran.

Hal ini juga diakui oleh Arief, ia mengatakan di pasaran Siemens M65 dengan aksesoris yang lengkap dijual dengan harga Rp600.000. “Yang saya dapatkan juga masih komplet. Dengan lelang saya bisa dapat barang dengan harga yang lebih murah,” katanya.

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…