Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto (Istimewa)
Sabtu, 23 September 2017 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Bangjo untuk Citra Kota Solo

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (19/9/2017). Esai ini karya Sugeng Riyanto, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah ust.sugeng@gmail.com.

Solopos.com, SOLO — Dalam rapat kerja Komisi III DPRD Kota Solo bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo beberapa hari yang lalu, saya menyampaikan sebuah usulan terkait dengan cara membangun citra sekaligus sebagai strategi “menjual” Kota Solo.

Saya mengusulkan agar traffict light atau bangjo (lampu abang ijo, dalam bahasa Jawa) di Kota Solo dimanfaatkan sebagai sarana mempertajam ingatan masyarakat pengguna jalan, dari mana pun mereka berasal, tentang Kota Solo.

Dinas Perhubungan Kota Solo sebagai penanggung jawab bangjo bisa memanfaatkannya tidak sebatas sebagai alat untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga bisa dioptimalkan untuk fungsi lain.

Kalau kita perhatikan, di mana ada bangjo pasti di sekitarnya terdapat banyak pihak yang memanfaatkan keberadaannya. Biro iklan bisa menjual reklame dengan harga yang cukup tinggi di pertigaan, perempatan, atau proliman yang terdapat bangjo.

Berbagai jenis, bentuk, dan ukuran reklame terpampang di sekitar area yang gampang terlihat oleh pengguna jalan yang berhenti saat lampu merah menyala. Bangjo juga dimanfaatkan oleh penjaja koran untuk menawarkan dagangannya.

Mereka sangat diuntungkan oleh lokasi tempat orang silih berganti melintas tiap menit dalam jumlah yang banyak. Dulu bangjo memberikan peluang rezeki cukup menjanjikan bagi para pengamen.

Saya pernah terlibat di pemberdayaan pengamen dalam wadah Keluarga Pengamen Surakarta (Kapas) pada awal 2000-an. Mereka punya slogan unik, yaitu ”Ana bangjo iso urip. Cukup dengan bernyanyi saat lampu merah menyala, dalam dua jam, minimal Rp50.000 bisa didapatkan.

Solo sebagai kota kecil tidak memiliki sumber daya alam andalan untuk memperoleh pendapatan. Andalannya adalah jasa, perdagangan, dan pajak. Solo harus kreatif membuat sebanyak mungkin orang bisa berkunjung, berbelanja, menginap, dan mengadakan acara di Solo.

Selanjutnya adalah: Dengan begitu, perekonomian kota akan menggeliat…

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…