Foto ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Jumat, 22 September 2017 12:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Nelayan Pantai Baron Panen Ikan

Nelayan Pantai Baron, Gunungkidul, sedang bahagia-bahagianya

 
Solopos.com, GUNUNGKIDUL–Nelayan Pantai Baron, Gunungkidul, sedang bahagia-bahagianya. Pasalnya saat ini mereka sedang panen besar-besaran. Dalam sehari, para nelayan minimal membawa pulang ikan layur sebanyak satu kuintal dan ikan tongkol lisong dua kuintal.

Salah satu nelayan di Pantai Baron yang bernama Bariman mengaku sangat bersyukur sekali dengan berkah yang diberikan alam. Betapa tidak, dalam sebulan terakhir ia terus membawa hasil tangkapan ikan tongkol lisong yang cukup banyak. “Kalau sore sampai malam kami nangkap ikan tongkol lisong, siangnya baru layur,” jelasnya saat ditemui di Pantai Baron, Rabu (20/9/2017).

Ia mengatakan panen ikan tongkol lisong sudah dimulai kurang lebih sebulan terakhir, sementara ikan layur baru empat hari yang lalu. Menurut penjelasan Bariman, satu kilogram ikan layur dihargai Rp25.000. Sedangkan ikan tongkol dijual Rp12.000 per kilogramnya.

Bariman mengungkapkan, kondisi tahun ini sungguh berbeda dengan yang dialami para nelayan tahun sebelumnya. Tahun lalu, katanya, kondisi sangat susah. Ikan begitu sulit dijerat. Hal ini terjadi karena tahun 2016 terjadi kemarau basah yang menyebabkan air laut tetap hangat.

Tahun lalu, sambung Bariman, dalam sehari nelayan hanya sanggup menangkap ikan sebanyak lima kilogram saja perharinya sehingga untuk iuran sedekah laut saja nelayan tak sanggup untuk membayar.

“Kalau kemarau basah air laut tidak bergantian. Ketika kemarau panjang, air langsung dingin dan ikan pada naik semua. Kalau bagi kami, kemarau panjang itu adalah berkah karena banyak hasil,” ujarnya.

Sementara itu, Sumadi, nelayan lain di Pantai Baron mengatakan biasanya kalau sedang panen raya, terkadang harga ikan tongkol lisong jadi turun drastis. “Bisa sekilonya hanya Rp3.000, tapi untuk tahun ini belum begitu. Semoga saja tidak,” katanya.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…