Ilustrasi mahasiswa (Pinterest) Ilustrasi mahasiswa (Pinterest)
Jumat, 22 September 2017 23:10 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

KISAH UNIK
Mahasiswi di Aljazair Dilarang Dandan ke Kampus

Kisah unik tentang mahasiswa di Aljazair yang dilarang berdandan ke kampus.

Solopos.com, ALJIR – Bagi seorang mahasiswa, kampus merupakan rumah kedua yang didatangi hampir setiap hari. Selain kuliah, ada berbagai kegiatan lain yang membuat mahasiwa terkadang lebih banyak menghabiskan waktu di kampus.

Itulah sebabnya, mahasiswa biasanya berdandan maksimal demi terlihat keren. Kehidupan di kampus jelas sangat berbeda dengan jenjang sekolah di bawahnya. Di kampus, Anda tidak perlu mengenakan seragam. Anda juga bebas berdandan sesuka hati asal tetap sopan dan rapi.

Penampilan mahasiswa biasanya identik dengan celana jin dan kemeja kasual. Kedua busana itu selalu menjadi andalan mahasiswa di berbagai momen. Tapi, jangan harap Anda bisa mengenakan celana jin jika menempuh kuliah di Aljazair.

Dilansir Middle East, Kamis (21/9/2017), hampir semua pengelola kampus di Aljazair melarang mahasiswa mengenakan celana jin, khususnya bermodel sobek-sobek alias ripped jeans. Selain celana jin, mahasiswi tidak diperkenankan memakai kaus pendek ketat serta cadar. Mereka juga tidak boleh merias wajah secara berlebihan saat datang ke kampus.

Bukan hanya itu saja, mahasiswa juga dilarang bermain ponsel saat proses perkuliahan berlangsung. Meski menuai kontroversi, peraturan itu dibuat sesuai dengan keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi Aljazair.

Peraturan itu mulai diterapkan sejak awal September 2017. Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Ilmiah Aljazair meminta pihak kampus memberlakukan aturan tersebut. Mereka ingin melihat mahasiswa mengenakan pakaian sederhana saat berada di kampus. Sebab, mereka menganggap kampus adalah tempat mencari ilmu, bukan mal tempat mejeng.

 

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…