Alan Lee, juru foto tua yang ingin berkarya sampai mati (Dailymail.co.uk) Alan Lee, juru foto tua yang ingin berkarya sampai mati (Dailymail.co.uk)
Jumat, 22 September 2017 05:10 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

KISAH INSPIRATIF
Fotografer Tua Ini Ingin Berkarya Sampai Mati

Kisah inspiratif tentang juru foto tua yang ingin berkarya sampai mati.

Solopos.com, SOLO – Kondisi fisik yang lemah tak membuat seorang fotografer asal Singapura, Alan Lee, menyerah. Juru foto berusia 69 tahun yang mengidap penyakit paru-paru itu selalu bersemangat menjalani kehidupannya sebagai pasien di salah satu rumah sakit di Singapura.

Dilansir Daily Mail, Rabu (20/9/2017), Alan Lee yang setiap hari duduk di kursi roda dan bernapas dengan bantuan selang oksigen masih aktif memakai kameranya untuk memotret para pasien rumah sakit itu. Meski kondisinya sangat lemah, ia tak pernah mengeluh dan memperlihatkan rasa sakit di depan teman-temannya.

Alan Lee sengaja memotret kehidupan pasien untuk mengisi waktu di sisa umurnya. Ia ingin berbagi semangat kepada pasien yang berada di rumah sakit itu. Baginya, sakit bukan kendala untuk bergerak aktif dan terus berkarya.

“Saya datang ke sini bukan untuk mati. Tapi, saya ingin memotret. Tidak ada alasan bagiku untuk berhenti melakukan hal yang membuatku senang,” kata Alan Lee.

Setiap hari, Alan Lee dibantu anggota keluarganya berkeliling rumah sakit. Ia memotret segala aktivitas pasien yang dianggap unik. “Kebanyakan orang datang ke sini dengan perasaan takut. Apalagi orang-orang seusiaku, tentu mereka takut untuk mati. Tapi, aku ingin mengubah pandangan yang salah itu. Kematian bukan hal yang perlu ditakuti. Semua manusia pasti akan mati. Oleh sebab itu, selama masih hidup gunakanlah waktu sebaik mungkin untuk melakukan hal yang bermanfaat,” tandasnya.

Sewaktu masih muda, Alan Lee merupakan wartawan salah satu media massa ternama di Singapura. Ia kerap meliput acara penting dalam lingkup Asia Tenggara. Semua pengalaman itu membuat jiwa mudanya terus berkobar. Ia tidak mau masa tuanya habis begitu saja dengan duduk di kursi roda dan meratapi nasib sambil menanti kematian.

“Aku tidak mau meratapi penyakit ini. Aku ingin terus berkarya sampai akhir hayat. Aku yakin, mereka akan mengenangku sebagai orang gila. Tapi, itu semua tidak masalah buatku, karena pada intinya mereka tetap mengingatku,” pungkasnya. 

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…