Asisten Deputi Pengembangan Sekmen Pasar Bisnis Kementerian Pariwisata, Tasbir (tiga kiri) memukul gong sebagai tanda dibukanya acara Sosialisasi Destinasi MICE di Hotel Royal Ambarrukmo, Selasa (19/9/2017). ( Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) Asisten Deputi Pengembangan Sekmen Pasar Bisnis Kementerian Pariwisata, Tasbir (tiga kiri) memukul gong sebagai tanda dibukanya acara Sosialisasi Destinasi MICE di Hotel Royal Ambarrukmo, Selasa (19/9/2017). ( Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 21 September 2017 13:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

WISATA JOGJA
Pendapatan MICE 7 Lipat Dibanding Tour Traveller

Wisata Jogja, pendapatan MICE lebih besar daripada tour traveller.

Solopos.com, JOGJA-Jogja bersama Bali, Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar didorong menjadi destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Sektor MICE dinilai mampu mendatangkan pendapatan yang tinggi daripada kegiatan tour traveller.

Perwakilan Indonesia Convention and Exhibition Bureau (Inaceb) Endang Mawardi mengatakan, ada dua kategori wisatawan yang melakukan perjalanan wisata, yaitu kategori leisure atau tour traveler yang meluangkan waktu luang untuk berlibur, sementara kedua yaitu kategori bisnis atau MICE traveler yang datang untuk kepentingan pertemuan. Ia mengatakan, pengeluaran (spending) MICE traveler tujuh kali lebih besar daripada tour traveler sehingga kondisi ini menjadi potensi bagi daerah untuk fokus menggarap sektor MICE dalam rangka menggenjot pendapatan.

“Kalau leisure motives [atau tour traveller], mereka cari hotel yang murah yang ada promo. Tapi kalau business motive [MICE traveler], sekali jalan spendingnya tinggi dari tiga sampai tujuh kali lipat [dibandingkan tour traveller],” kata Endang saat Sosialisasi Destinasi MICE di Hotel Royal Ambarrukmo, Selasa (19/9/2017).

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…