Bupati nonaktif Klaten Sri Hartini (kedua dari kanan) dipapah pendukungnya ke ruang tahanan seusai divonis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Jateng, Rabu (20/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Bupati nonaktif Klaten Sri Hartini (kedua dari kanan) dipapah pendukungnya ke ruang tahanan seusai divonis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Jateng, Rabu (20/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Kamis, 21 September 2017 04:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo Feature Share :

FOTO KORUPSI KLATEN
Sri Hartini Dipapah Keluar Ruang Sidang

Korupsi Klaten membuat Sri Hartini dibui 11 tahun.

Ekspresi bupati nonaktif Klaten Sri Hartini seusai sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Semarang, Jateng, Rabu (20/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Ekspresi bupati nonaktif Klaten Sri Hartini seusai sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Semarang, Jateng, Rabu (20/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Bupati nonaktif Klaten Sri Hartini, Rabu (20/9/2017), divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah. Politikus PDI Perjuangan yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT), Desember 2016 lalu itu, dinyatakan secara sah dan meyakinkan terlibat kasus suap dan gratifikasi perubahan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten tahun anggaran 2016-2017.

Bupati nonaktif Klaten Sri Hartini (kiri) bersama penasihat hukumnya meninggalkan ruangan seusai sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Semarang, Jateng, Rabu (20/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Bupati nonaktif Klaten Sri Hartini (kiri) bersama penasihat hukumnya meninggalkan ruangan seusai sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Semarang, Jateng, Rabu (20/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang yang menganggap Sri Hartini secara sadar melakukan tindak pidana korupsi dalam empat kasus sekaligus itu menjatuhinya hukuman 11 tahun penjara dan denda Rp900 juta subsider 10 bulan kurungan. Sri Hartini yang mengenakan blus putih dengan kerudung merah menyala itu pun harus dipapah para pendukungnya kala keluar dari ruang sidang dan harus masuk ruang tahanan.

KLIK DI SINI untuk Berita Lengkapnya
KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…