Angkutan umum (kiri) diadang mobil milik Unit Lakalantas Polrestabes Semarang (kiri) di Jl. Soekarno Hatta, Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (16/9/2017) sekitar pukul 05.30 WIB. (Facebook.com-Ragilputra) Angkutan umum (kiri) diadang mobil milik Unit Lakalantas Polrestabes Semarang (kiri) di Jl. Soekarno Hatta, Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (16/9/2017) sekitar pukul 05.30 WIB. (Facebook.com-Ragilputra)
Kamis, 21 September 2017 07:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KISAH UNIK
Tepergok Polisi kala Lawan Arus, Angkutan Umum Ini Tak Diberi Tilang

Kisah unik mengenai angkutan umum yang melanggar arus lalu lintas di kawasan Kabupaten Semarang ramai dibicarakan warganet.

Solopos.com, UNGARAN – Angkutan umum yang melintas di Jl. Soekarno Hatta, Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (16/9/2017) sekitar pukul 05.30 WIB, ramai dibicarakan warganet di media sosial Facebook lantaran melahirkan kisah unik. Sorotan warganet itu dipicu sebuah rekaman video yang mendokumentasikan angkutan umum tersebut saat melawan arus lalu lintas dan kembali mundur kala bertemu mobil Unit Lakalantas Polrestabes.

Video yang memuat kisah unik itu kali pertama diunggah pengguna akun Facebook Ragilputra di dinding grup Facebook Media Informasi Kota Semarang MIK Semar. “Lokasi di Ungaran turunan Cimory dari arah selatan. Sebuah minibus berjalan melawan arus, kepergok jajaran laka lantas. Mohon hal ini dijadikan pembelajaran bagi kita semua agar selalu disiplin dalam berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara,” ungkap pengguna akun Facebook Ragilputra.

Dari video tersebut, terlihat angkutan umum berwarna merah melaju melawan arus lalu lintas. Namun angkutan umum tersebut langsung mundur setelah bertemu mobil kepolisian.

Angkot tersebut kembali berjalan maju saat sudah berada di jalur yang benar. Meski melanggar peraturan lalu lintas, beberapa polisi yang ada di dalam mobil terlihat tak memberikan tindakan selain menggiring angkutan umum tersebut untuk mundur.

Video itu langsung menuai beragam respons dari waragnet di grup Facebook MIK Semar. Kebanyakan warganet ramai mencibir pengemudi angkutan umum yang melanggar peraturan lalu lintas itu. “Kebanyakan makan micin itu supirnya. Maaf kebodohan itu tolong jangan dipelihara. Jalan itu punya umum,” ungkap pengguna akun Facebook Mas Aul.

“Sangat…. Sangat… Membahayakan, sopir mengutamakan setoran dan tidak mengutamakan keselamatan, SIM layak dicabut,” tulis pengguna akun Facebook Mat Oriec.

Di samping itu, mereka menyayangkan polisi hanya menyuruh pengemudi angkutan umum untuk mundur tanpa memberikan surat bukti pelanggaran (tilang). Mereka khawatir kebiasaan buruk itu kembali dilakukan jika para pengemudi angkutan umum yang melaukan pelanggaran tak diberikan sanksi tegas.

“Besok lagi ya begitu lagi. Karena tidak adanya efek jera pada si sopir. Melanggar tapi bebas melenggang,” tulis pengguna akun Facebook Yuli Wek.

Sementara itu, sebagian netizen lainnya berharap kisah unik tersebut bukan hanya menjadi perbicangan di media sosial, namun juga menjadi perhatian aparat agar lebih getol menertibkan lalu lintas di salah satu kawasan di Kabupaten Semarang itu. Pasalnya, menurut mereka, kebiasaan sopir angkutan umum itu kerap dilakukan setiap lalu lintas di kawasan Ungaran hingga Bawen padat kendaraan. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK DI SINI untuk Melihat Video
KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

 

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…