Menteri Kelautan dan perikanan Susi Pujiastuti berfoto di depan mural Sus Ayo sus yang mengambarkan dirinya di kawasan perempatan Nonongan, Solo, Rabu (20/9/2017) malam. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Menteri Kelautan dan perikanan Susi Pujiastuti berfoto di depan mural Sus Ayo sus yang mengambarkan dirinya di kawasan perempatan Nonongan, Solo, Rabu (20/9/2017) malam. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Kamis, 21 September 2017 11:45 WIB Mahardini Nur Afifah/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

KISAH UNIK
Lihat Mural Wajahnya di Solo, Menteri Susi: Kok Mau-Maunya Bikin Gambar Saya

Menteri Susi Pudjiastuti mengomentari mural wajahnya di tembook restoran Kusuma Sari Jl. Slamet Riyadi.

Solopos.com, SOLO – Selepas mengikuti prosesi Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Sura Dal 1951 Istana Mangkunegaran, Rabu (20/9/2017) malam, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mampir melihat mural bergambar potret dirinya di tembok Restoran Kusuma Sari Jl. Slamet Riyadi.

Susi yang masih dibalut kebaya hitam, jarik, dan bersanggul, antusias melihat dari dekat garapan mural berukuran 8 meter x 30 meter yang dikerjakan delapan seniman dari kolektif Mas Don Art bertema nasionalisme tersebut.

Ia tersenyum mengamati potret wajahnya dibuat bergaya ala pahlawan super Wonder Woman tengah menunjuk karakter bajak laut ikonik Jack Sparrow. Mural berjudul Sus Ayo Sus bergaya realisme tersebut diberi sentuhan feminin dengan cat kuku dan eye shadow berwarna merah muda. Latar gambar menunjukkan kapal-kapal terbakar di lautan membara.

Menteri Kelautan dan perikanan Susi Pujiastuti berfoto di depan mural Sus Ayo sus yang mengambarkan dirinya di kawasan perempatan Nonongan, Solo, Rabu (20/9/2017) malam. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Menteri Kelautan dan perikanan Susi Pujiastuti berfoto di depan mural Sus Ayo sus yang mengambarkan dirinya di kawasan perempatan Nonongan, Solo, Rabu (20/9/2017) malam. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Sedangkan di sisi sebelah baratnya, terlihat gambar proklamator Sukarno-Hatta berpidato di tengah ribuan massa dengan narasi Indonesia Never Again The Life Blood of Any Nation. Keseluruhan mural dikerjakan selama kurang lebih dua pekan.

“Kok mau-maunya bikin gambar saya. Biasanya saya cuma dibikin meme,” ucap Susi ketika diminta mengomentari mural potret dirinya.

“Saya sengaja datang ke sini untuk mengapresiasi effort para seniman. Karena kadang-kadang yang art lakukan itu bisa menginspirasi masyarakat. Salah satunya untuk memiliki spirit kebangsaan dan nasionalisme,” terang dia.

Saat ditanya potret dirinya yang dicitrakan mirip tokoh komik dan film dalam budaya populer, Ia tak menyoal. “Ya, Wonder Woman dalam komik saja. Saya perempuan biasa,” selorohnya.

Susi berujar segala bentuk apresiasi masyarakat pada kinerjanya selama menjadi pembantu presiden membuatnya ingin berbuat lebih baik lagi. “Kelihatannya orang mengapresiasi kerjaan saya. Ya, saya harus lebih baik lagi,” katanya.

Inisiator mural dari Mas Don Art, Sardono W. Kusumo, menuturkan pihaknya terkejut sewaktu menerima kabar Menteri Susi berniat melihat potret dirinya dijadikan inspirasi berkarya.

“Saya surprise ditelpon dari Ibu Susi mau menengok mural di sini. Ada tokoh Susi justru mengapresiasi dengan respons positif. Ini bentuk pemimpin mau mengapresiasi rakyat,” jelasnya.

Maestro tari kenamaan ini berujar mural bergambar Susi dibuat untuk merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Agustus lalu. “Dulu pada masa revolusi kemerdekaan banyak graffiti bertuliskan ‘Indonesia Never Again Life Blood of Any Nation’. Saya tiba-tiba teringat Bu Susi kita yang tegas karena bangsanya susah makan ikan sementara bangsa luar merampok ikan kita,” bebernya.

Ia juga sengaja memberikan tagline Sus Ayo Sus. Kalimat tersebut selaras dengan semangat yang dilontarkan penyair Chairil Anwar ketika diminta membuat slogan penggugah nasionalisme pada poster bikinan pelukis Affandi berjudul Boeng, Ajo Boeng. “Panggilan Sus itu tanpa hierarki. Mewakili rakyat kebanyakan,” katanya.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…