Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu dan Teuku Taufiqulhadi menunjukan laporan temuan angket seusai memberikan keterangan pers jelang 60 hari kerja Pansus di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/9)/2017. (JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A)
Kamis, 21 September 2017 17:58 WIB JIBI/Solopos/Newswire Politik Share :

Belum Sempat Bawa Koper ke Presiden, Masinton Angkat Koper dari Pansus Angket KPK

Masinton Pasaribu dicopot PDIP dari Pansus Angket KPK.

Solopos.com, JAKARTA — Fraksi PDIP DPR merombak perwakilannya di unsur Pimpinan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPR tentang Tugas dan Kewenangan KPK, yaitu Masinton Pasaribu digantikan Eddy Kusuma Wijaya. Selama ini, Masinton tampil menjadi salah satu politikus yang paling vokal di pansus.

“Ya benar, Masinton sebagai pimpinan Pansus Hak Angket digantikan Pak Eddy Kusuma,” kata Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto di Jakarta, Rabu (20/9/2017), dikutip Solopos.com dari Antara.

Dia mengatakan pergantian tersebut sebagai langkah penyegaran internal F-PDIP di Pansus Hak Angket. Menurut dia, pergantian itu tidak terkait dengan masalah kinerja Masinton sebagai pimpinan Pansus.

“Ini hanya penyegaran biasa saja, sama seperti Risa Mariska digantikan Masinton,” ujarnya.

Menanggapi pergeseran itu, Masinton mengaku tak masalah karena itu merupakan kewenangan partainya. “Itu biasa saja. Itu enggak mendadak. Itu partai,” kata Masinton, Rabu, dikutip Solopos.com dari Okezone.

Masinton mengungkapkan dirinya saat ditunjuk menjadi pimpinan Pansus Angket KPK juga untuk menggantikan rekannya Risa Mariska. Sehingga tak perlu ada yang dibesar-besarkan terkait masalah ini. “Saya juga dulu menggantikan. Dulu Bu Riska, sekarang Pak Eddy [Eddy Kusuma Wijaya]. Kita bergiliran saja,” ungkapnya.

Pergantian tersebut tercantum dalam surat F-PDI Perjuangan nomor: 153/F-PDIP/DPR RI/IX/2017 perihal Perubahan Penugasan Pimpinan Pansus. Surat tersebut tertanggal 19 September 2017 yang ditanda tangani Ketua F-PDI Perjuangan Utut Adianto dan Sekretaris F-PDIP Bambang Wuryanto.

Salah satu aksi Masinton yang menjadi sorotan media adalah kedatangannya ke Gedung KPK beberapa waktu lalu. Selasa (15/8/2017), Masinton datang ke KPK untuk melihat video pemeriksaan Miryam S Haryani yang ditampilkan dalam sidang kasus pemberian keterangan palsu pada Senin (14/8/2017).

Dalam persidangan tersebut, tim penuntut umum memutar empat video rekaman pemeriksaan terhadap Miryam, sewaktu Miryam diperiksa sebagai saksi atas tersangka Irman dan Sugiharto dalam kasus korupsi e-KTP. Pemutaran video tersebut bertujuan menggambarkan situasi pemeriksaan lantaran Miryam bersikukuh mengaku ditekan penyidik KPK selama diperiksa.

Namun, penyidik Novel Baswedan sewaktu dihadirkan sebagai saksi verbal terkait pencabutan BAP tersebut mengungkapkan bahwa Miryam ditekan oleh sesama anggota DPR, khususnya yang berasal dari Komisi III DPR, termasuk Masinton Pasaribu.

Masinton kembali menyambangi Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan pada Senin (4/9/2018). Saat itu, dia membawa koper dan meminta agar ditangkap oleh penyidik antirasuah.

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…