Pengenalan Ekstrakurikuler (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto) Pengenalan Ekstrakurikuler (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Senin, 18 September 2017 14:20 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

12 Kontingen Pelajar SMP Meriahkan Festival Karawitan Remaja

Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Kulonprogo menyelenggarakan Festival Karawitan Remaja

Solopos.com, KULONPROGO-Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Kulonprogo menyelenggarakan Festival Karawitan Remaja di kawasan wisata Waduk Sermo, Kokap, Kulonprogo, Minggu (17/9/2017). Kegiatan itu diharapkan meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam upaya pelestarian budaya.

Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, dan Sastra Disbud Kulonprogo, Wruhantoro mengatakan selama ini upaya pendampingan seni karawitan memang baru menyasar kalangan grup atau komunitas seni serta masyarakat secara umum.

Namun, pesertanya kebanyakan merupakan orang dewasa dan kalangan sepuh. “Ini baru pertama kali diselenggarakan. Nanti sekalian untuk tolak ukur awal soal sejauh mana karawitan diminati anak muda,” ucap Wruhantoro.

Wruhantoro memaparkan, Festival Karawitan Remaja diikuti 12 kontingen pelajar SMP. Mereka merupakan perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Dasar (Dikdas) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulonprogo yang tersebar di 12 kecamatan seluruh Kulonprogo.

Setiap kontingen membawakan tiga gending, yaitu gending wajib, gending pilihan bebas, dan gending bebas. “Mereka bisa bereksplorasi sesuai kreativitas masing-masing pada gending bebas. Gending wajib dan pilihan bebas sebenarnya juga bisa tapi dengan tidak melupakan pakemnya,” ujar Wruhantoro.

Festival Karawitan Remaja bertujuan menjadi ruang ekspresi potensi seni yang dimiliki remaja, khususnya pelajar SMP. Wruhantoro lalu mengatakan, instansinya juga berencana merangkul karang taruna dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni karawitan di kalangan anak muda.

“Harapannya bisa menumbuhkan semangat handarbeni di kalangan generasi muda tentang aset budaya yang adiluhung, terutama seni karawitan,” ungkap dia.

Wruhantoro menambahkan, Festival Karawitan Remaja tidak hanya diadakan demi meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni karawitan. Ajang itu juga diharapkan menambah daya tarik wisata. Itulah mengapa pihaknya memilih kawasan Waduk Sermo sebagai lokasi kegiatan.

Sementara itu, Kepala Disbud Kulonprogo, Untung Waluyo mengatakan, penanaman rasa cinta terhadap kebudayaan lokal mesti dilakukan sejak dini. Dengan demikian, mereka diharapkan lebih termovitasi untuk aktif dalam upaya pelestarian warisan seni dan budaya saat sudah dewasa.

Untung berpendapat, pelajar merupakan ahli waris kekayaan budaya. Mereka harus diarahkan untuk menyukai dan bangga dengan kebudayaan lokal agar tidak hanya tertarik dengan kebudayaan asing yang juga semakin populer di kalangan masyarakat. “Kita coba meletakkan kerangka kebudayaan kepada anak sekolah sejak dini,” kata Untung.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…