Riwi Sumantyo Riwi Sumantyo
Sabtu, 16 September 2017 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Komodifikasi Hoaks

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (11/9/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com.

Solopos.com, SOLO — Berita tentang Saracen, kelompok yang diduga sebagai salah satu pelaku penyebarluasan konten hoaks, mengagetkan kita semua. Hoaks atau berita bohong (fake news) yang akhir-akhir ini ditengarai menjadi penyebab timbulnya intoleransi dan disharmoni antarwarga masyarakat ternyata penyebarannya sengaja dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran pada hampir semua elemen bangsa ini karena berpotensi mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tindak lanjut kepolisian mengungkap aktor intelektual, termasuk pemesan konten hoaks yang berisi ujaran kebencian, sekarang menjadi sesuatu yang ditunggu seluruh elemen bangsa ini.

Perkembangan teknologi, terutama teknologi digital, menampilkan dua wajah yang saling bertolak belakang. Di satu sisi hal ini menjadi wahana yang mempermudah kita semua saling berinteraksi dan berbagi pesan positif. Di sisi lain bisa menjadi sarana untuk mengadu domba dan menanamkan bibit kebencian kepada pihak lain.

Perkembangan teknologi digital yang salah satunya ditandai dengan maraknya penggunaan media sosial menjadi ladang bisnis baru bagi pihak-pihak yang memang kreatif mengolahnya. Kegiatan yang bernilai ekonomis bisa dilakukan terhadap hal-hal yang berbau positif dan edukatif sehingga bermanfaat bagi masyarakat.

Tidak sedikit yang melakukannya dengan mengabaikan etika demi mengeruk keuntungan finansial semata. Hal inilah yang sepertinya dilakukan Saracen. Kelompok ini diduga membuat ribuan akun di media sosial yang menjadi ujung tombak penyebarluasan berbagai macam isu, terutama yang provokatif, sesuai keinginan pemesan.

Selanjutnya adalah: Modus yang mereka gunakan adalah menawarkan proposal…

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…