Demi bohongi istri, seorang pria mengaku kerampokan (Shanghaiist) Demi bohongi istri, seorang pria mengaku kerampokan (Shanghaiist)
Kamis, 14 September 2017 07:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

Tak Mau Serahkan Gaji ke Istri, Pria Ini Ngaku Dirampok

Kisah unik kali ini tentang pria yang mengaku kerampokan karena tak ingin gajinya diserahkan kepada sang istri.

Solopos.com, HANGSZHOU – Menafkahi keluarga adalah tugas utama seorang suami. Hal ini kerap dilakukan dengan memberikan gaji bulanan suami ke sang istri.

Di Kota Hangzhou, Tiongkok ada seorang pria yang kesal kalau harus menyerahkan gajinya ke sang istri. Agar gajinya aman, pria itu nekat membuat laporan palsu kalau dirinya baru saja kerampokan.

Dilansir Shanghaiist, Selasa (12/9/2017), pada Kamis (31/8/2017) ada seorang pria mendatangi kantor polisi Hangzhou. Ia mengaku baru saja kerampokan saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Pria yang diketahui bermarga Cai itu menyiapkan skenario untuk menjawab pertanyaan dari polisi. Namun hal itu malah memunculkan kecurigaan.

Tempo jawaban Cai yang terlalu cepat, serta wajah yang tak menunjukkan ekspresi ketakutan atau terkejut membuat penyelidik merasa ada yang janggal. Pihak kepolisian mengonfirmasi tempat dan kejadian perampokan menurut laporan Cai. Dari rekaman CCTV diketahui laporan Cai adalah laporan palsu.

Setelah mengetahui kalau laporan Cai palsu, pria itu malah diinvestigasi agar menyatakan modusnya membuat laporan palsu. Cai akhirnya mengaku dia membuat laporan palsu agar tidak harus menyerahkan gaji ke istrinya.

Cai mengaku sudah beberapa bulan terakhir berbohong ke istrinya mengenai gaji. Untuk gaji bulan Agustus Cai memutuskan untuk mengaku telah dirampok dan gajinya habis. Karena perbuatannya, Cai harus mendekam di balik jeruji besi selama 10 hari dan membayar denda sebesar 500 Yuan atau Rp1 jutaan.

 

 

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…