Warga melintas di sekitar bangunan kios darurat Pasar Klewer di Alun-alun Utara Keraton Solo, belum lama ini. (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos) Warga melintas di sekitar bangunan kios darurat Pasar Klewer di Alun-alun Utara Keraton Solo, belum lama ini. (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)
Kamis, 14 September 2017 21:15 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Siap Pindah, Pedagang Pasar Klewer Timur Solo Mulai Benahi Kios Darurat di Alut

Para pedagang Pasar Klewer Timur mulai memperbaiki kondisi kios darurat di Alut.

Solopos.com, SOLO — Pedagang Pasar Klewer timur bersiap boyongan menempati pasar darurat di Alun-alun Utara (Alut). Beberapa pedagang bahkan mulai melihat dan memperbaiki kios di pasar darurat bekas pedagang Pasar Klewer barat itu.

Pejabat humas Paguyuban Pedagang Pasar Klewer Timur Tri Suwarni mengungkapkan beberapa bangunan kios pasar darurat rusak, terutama pada bagian rolling door dan sebagian besar kunci hilang setelah ditinggalkan pedagang Pasar Klewer barat. Meski demikian, dari segi bangunan, dia menambahkan kondisinya masih layak ditempati. (Baca: Waktu Mepet, Pemkot Nekat Revitalisasi  Pasar Klewer Timur)

“Jadi sebelum pedagang menempatinya, perlu dibenahi dulu. Sekarang sedang proses pembenahan oleh masing-masing pedagang,” katanya ketika berbincang dengan wartawan, Kamis (14/9/2017).

Dia mengatakan yang jelas pedagang siap menempati pasar darurat sesuai instruksi Dinas Perdagangan (Disdag) paling lambat 19 September. Secara keseluruhan pedagang Pasar Klewer timur ada 546 pedagang.

Selain itu pedagang juga akan mematuhi aturan yang ditetapkan Pemkot selama menempati pasar darurat. Merujuk Surat Edaran (SE) Nomor 511.2/2.250/IX/2017, pedagang tidak dipungut biaya apa pun selama menempati pasar darurat.

Namun, selama beraktivitas di pasar darurat pedagang akan dikenai retribusi pelayanan pasar, antara lain retribusi pelayanan persampahan atau kebersihan Rp100/meter persegi/pedagang/hari, retribusi pelayanan pasar (RPP) Rp500/meter persegi/pedagang/hari. “Kami siap melaksanakan segala aturan Pemkot,” tuturnya.

Ihwal pengamanan selama menempati pasar darurat, dia mengatakan selain pengamanan dari internal pedagang, Pemkot juga diminta mengerahkan petugas perlindungan masyarakat (linmas). Hal itu mengingat lokasi bangunan pasar darurat terbuka berada di kawasan Alun-alun.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengatakan selama pembangunan Pasar Klewer timur pedagang akan direlokasi ke bangunan pasar darurat di Alut. Bangunan tersebut dinilai masih layak digunakan.

Pemkot bahkan sudah memperbaiki bangunan pasar darurat yang rusak. “Hanya beberapa bagian bangunan yang rusak. Kalau secara umum kondisinya bagus dan masih layak,” katanya.

Sejalan dengan itu, Pemkot juga menyiapkan anggaran Rp1,5 miliar dalam APBD Perubahan (APBD-P) 2017 untuk melanjutkan masa sewa lahan Alut. Pemkot segera membahas sewa lahan tersebut dengan pejabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

“Secara lisan kita sudah komunikasi. Nanti kami komunikasikan lebih lanjut dengan Keraton,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, Pasar Klewer timur akan dibangun dua lantai, yaitu basement dan semi basement, serta bagian atas akan digunakan untuk hall atau fasilitas umum (fasum). Dana pembangunan dari pemerintah pusat sudah dipastikan cair senilai Rp48 miliar.

Meski waktunya mepet, Pemkot yakin pembangunan bisa kelar sesuai target. “Bangunannya lebih sederhana dibandingkan pasar barat [hanya dua lantai], jadi kami optimistis lah bisa selesai akhir tahun nanti,” kata Subagiyo.

 

Lowongan Pekerjaan
PT. BPRS Central Syariah Utama Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Nyanyian Sunyi Ekonomi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/9/2017). Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Econ-Act Indonesia dan anggota Staf Ahli Komite Ekonomi dan Industri Nasional. Alamat e-mail penulis adalah ronny_sasmita@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks…