Bus baru Trans Jogja berwarna biru siap mengaspal, Rabu (25/5/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja) Bus baru Trans Jogja berwarna biru siap mengaspal, Rabu (25/5/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 14 September 2017 10:22 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PEMDA DIY
Dinas Perhubungan Wacanakan Lajur Khusus Trans Jogja

Pemda DIY tengah mempertimbangkan lajur khusus

Solopos.com, JOGJA — Dinas Perhubungan DIY, melalui Unit Pelaksana Teknis Trans Jogja, mengeluarkan wacana pembuatan lajur khusus Trans Jogja. Hal ini dilakukan supaya waktu tempuh angkutan umum tersebut semakin cepat dan tepat.

“Supaya layanan angkutan umum, khususnya Trans Jogja bisa optimal, perlu ada prioritas. Berkaca dari negara-negara lain dan paling dekat DKI Jakarta, maka harus dibuat lajur khusus bagi Trans Jogja,” jelas Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Trans Jogja Dinas Perhubungan DIY, Sumaryoto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (13/9/2017).

Ia mengakui selama ini Trans Jogja belum banyak dilirik masyarakat karena waktu tempuhnya yang lumayan lama sehingga waktu antre di halte pun otomatis juga lama. Padahal, imbuhnya, masyarakat dewasa ini sangat membutuhkan ketepatan waktu seiring dengan aktivitas yang semakin bertambah.

Karena itulah pembuatan lajur khusus dipandang sebagai salah satu jawaban agar nantinya Trans Jogja, saat beroperasi, tidak diganggu kendaraan lain yang semakin hari kian menumpuk di jalan raya.

Sumaryoto menyampaikan karena keterbatasan kapasitas jalan, maka kemungkinan besar pembuatan lajur khusus hanya bisa di terapkan di seluruh ruas Ringroad serta dari Prambanan hingga Jalan Janti.

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…