Dedi Saputro, tersangka kasus pencurian genset, Kamis (14/9/2017), menjalani akad nikah di Mapolsek Semarang Selatan. (JIBI/Solopos/Antara/I.C.Senjaya) Dedi Saputro, tersangka kasus pencurian genset, Kamis (14/9/2017), menjalani akad nikah di Mapolsek Semarang Selatan. (JIBI/Solopos/Antara/I.C.Senjaya)
Kamis, 14 September 2017 20:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

KISAH UNIK
Tahanan Kasus Pencurian Menikah di Kantor Polisi Semarang

Kisah romantis nan unik mencuat dari Mapolsek Semarang Selatan kala seorang tahanan kasus pencurian nekat menikah di kantor polisi itu.

Solopos.com, SEMARANG — Kisah unik meruap dari Mapolsek Semarang Selatan kala seorang tahanan kasus pencurian nekat menikah di kantor polisi itu. Adalah Dedi Saputro, 32, tahanan kasus pencurian Polsek Semarang Selatan yang Kamis (14/9/2017) siang menikah dengan kekasihnya Dika Agustin di aula kantor polisi itu.

Warga Wonodri, Kota Semarang, Jawa Tengah itu menikahi kekasihnya yang sudah hamil delapan bulan. Bukan hanya anggota keluarga masing-masing mempelai yang menyaksikan akad nikah Dedi dan wanita pujaan hatinya itu, tetapi juga para polisi yang mengawal ketat akhir kisah romantis mereka nan unik itu.

Seusai akad nikah itu, tersangka kasus pencurian yang ditangani aparat Polsek Semarang Selatan itu sudah harus kembali masuk ke dalam sel. Kapolsek Semerang Selatan Kompol Dedi Mulyadi mengatakan pernikahan yang dilakukan tersangka tindak pidana pencurian tersebut sebagai bentuk humanisme kepolisian. “Selama tidak mengganggu proses penyidikan tidak apa-apa,” katanya.

Dedi Saputro ditangkap beberapa waktu sebelum hari pernikahannya. Ia disangka mencuri sebuah mesin genset di Pasar Peterongan. Tersangka mengaku tindakan nekatnya mencuri itu yang berakhir menjadi kisah unik itu adalah untuk modal menikah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…