Koordinator Festival Payung Indonesia (FPI) 2017 Heru Mataya (kiri) berfoto bersama delegasi dari Bo Sang, Chiang Mai, Thailand, setibanya di Pura Mangkunegaran, Kamis (14/9/2017). (Istimewa/Dokumentasi Heru Mataya) Koordinator Festival Payung Indonesia (FPI) 2017 Heru Mataya (kiri) berfoto bersama delegasi dari Bo Sang, Chiang Mai, Thailand, setibanya di Pura Mangkunegaran, Kamis (14/9/2017). (Istimewa/Dokumentasi Heru Mataya)
Kamis, 14 September 2017 20:58 WIB Ika Yuniati/JIBI/Solopos Issue Share :

Festival Payung Indonesia akan Dimeriahkan Delegasi dari Thailand

Festival Payung Indonesia 2017 akan digelar di Pura Mangkunegaran, Jumat-Minggu (15-17/9/2017).

Solopos.com, SOLO--Serangkaian acara Festival Payung Indonesia (FPI) 2017 diselenggarakan di Pura Mangkunegaran mulai Jumat (15/9/2017) pagi, namun pembukaan resmi baru dimulai pukul 19.00 WIB. Bersamaan dengan itu pula bakal dirilis logo sister festival Indonesia-Thailand yang dikreasikan dari lambang festival kedua negara.

Jalinan kerja sama antarfestival payung Indonesia-Thailand ini bermula pada 2015 lalu. Saat itu delegasi Thailand berkunjung ke Indonesia untuk menyemarakkan acara FPI di Taman Balekambang. Kunjungan balasan dilakukan FPI ke Bo Sang, Chiang Mai, Thailand pada tahun berikutnya. Mereka berdiskusi untuk saling memberikan masukan dan bertukar ide terkait penyelenggaraan festival payung di masing-masing negara. “Bentuk dukungan paling utama dari kerja sama ini peningkatan kualitas dan promosi masing-masing festival,” kata Koordinator FPI Heru Mataya, Kamis (14/9/2017).

Pasca pertemuan tersebut bentuk kerjasama antar kedua negara diresmikan dalam format sister festival antara FPI dengan Bo Sang Umbrella Festival yang bertempat di Chiang Mai, Thailand. Melalui kerjasama ini mereka saling mendukung kegiatan dengan mengirimkan delegasi.

Pada FPI 2017 kali ini Thailand tak hanya memamerkan kreasi payung mereka. Mereka juga menggelar workshop dan diskusi payung dengan pembicara pengrajin dari Bo Sang, Kannika Buacheen. Dalam serangkaian diskusi ia bakal membahas tentang pengembangan desa pengrajin payung sebagai destinasi wisata.

Fashion Show

Masih dalam euforia perayaan FPI 2017 pada hari kedua, Sabtu (17/9/2017), desainer ternama Solo, Klaten, Bandung, dan Jakarta bakal menyemarakkan Umbrella Fashion. Mereka adalah Rory Wardhana, Maharani Setyawan, Ofie Laim, dan Dian Oerip. Rory saat diwawancara Solopos.com, Kamis (14/9/2017), mengatakan bakal membawa rancangan terbaru bertajuk Jiwaku. Berdasar pada keindahan busana enam Provinsi di Kepulauan Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Bali, DIY, dan Jawa Tengah.

Kindahan busana adat keenam wilayah tersebut ia modifikasi kembali dengan beragam material bersumber kain tradisi. Rory menggabungkan broklat lice Perancis, kain tradisional seperti Songket Sumatera, kain prada Bali, batik, kain tenun Kalimantan, dan kain tenun NTT. “Ditambah aksesoris lain yang juga menggunakan material dari aksesoris daerah,” kata Rory.

Masih dengan tema senada, Ofie dari Bandung, mengangkat kembali eksistensi batik lawasan dalam rancangan terbaru bertema Secret Garden – Treasure Hunt. Dalam rancangan tersebut ia mengaplikasikan kain batik lawasan dengan bordir bunga-bunga di atas kain berwana cerah. “Semua saya aplikasikan dalam potongan busana berbentuk dress lawasan,” tambah dia.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…