garis polisi Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)
Kamis, 14 September 2017 21:00 WIB Juli ER Manalu/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Brankas Ditinggal di Bengkel Las, Pembunuh Pasutri Asal Benhil Gondol Isinya

Pelaku pembunuhan pasutri asal Benhil membongkar brankas rampasan mereka di bengkel las di Semarang, lalu menggondol isinya.

Solopos.com, JAKARTA — Selain mobil Toyota Altis milik korban almarhum Husni Zarkasih dan Zakiyah Masrur, polisi juga telah menemukan sebuah brankas yang dibawa kabur oleh tiga pelaku.

Brankas tersebut ditemukan di sebuah bengkel las yang terletak di Jalan Raya Kuripan, Semarang. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol R.P. Argo Yuwono menyebutkan ketiga tersangka yakni AZ, EK, dan ST membawa brankas tersebut ke tukang las untuk dibuka dan diambil isinya.

“Tersangka Z, EK, dan ST datang menemui tukang las di bengkel tersebut dan meminta dibukakan brankas hitam dan memberi biaya buka brankas sebesar Rp20.000,” katanya, Kamis (14/9/2017).

Menurut Argo, ketika dibuka, brankas tersebut berisi perhiasan dan amplop berwarna putih. Setelah brankas berhasil dibuka, pelaku kemudian membawa isinya untuk dijual sementara brankas ditinggal di bengkel las.

Sementara itu, mobil Toyota Altis yang dipakai pelaku untuk kabur dan membawa korban ke Purbalingga ditemukan setelah seseorang yang berniat membeli mobil tersebut melakukan pengecekan apakah surat mobil tersebut sah atau tidak.

“Kebetulan juga pelaku ini mengambil KTP korban, STNK, dan BPKB mobil korban. Kemudian setelah sampai di Grobogan itu, tersangka menawarkan kepada seseorang mobil itu,” kata Argo.

Namun, ketika dilakukan pengecekan keabsahan surat-surat, polisi di Grobogan telah mendapat informasi terkait kejadian pembunuhan dan perampokan oleh ketiga pelaku. Rencananya, mobil tersebut akan dijual seharga Rp120 juta, tetapi gagal karena terbongkarnya kasus ini.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…