Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan orasi ilmiah peringatan Dies Natalis Ke-52 Universitas Negeri Semarang (Unnes) di kampus Sekaran, Semarang, Jateng, Kamis (30/3/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan orasi ilmiah peringatan Dies Natalis Ke-52 Universitas Negeri Semarang (Unnes) di kampus Sekaran, Semarang, Jateng, Kamis (30/3/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Kamis, 14 September 2017 20:00 WIB Rio Sandy/JIBI/Bisnis Hukum Share :

2 Pegawai Pajak Terima Suap, Sri Mulyani Siapkan Sanksi Terberat

Sri Mulyani menjanjikan sanksi terberat bagi dua pegawai pajak yang diciduk Kejaksaan Agung.

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sedang mempersiapkan penindakan tegas dan sanksi berat bagi dua pegawainya yang tertangkap melakukan penyelewengan tugas.

Dia mengaku kecewa terkait dengan tertangkapnya pegawai Direktorat Jenderal Pajak dari KPP Madya Gambir, AP dan JJ, eks pegawai di KPP Madya Jakarta Selatan, oleh petugas Kejaksaan Agung. Mereka diduga menerima suap senilai Rp14 miliar dari sebuah perusahaan.

“Kita mencari hukuman yang paling berat saja yang bisa lakukan di dalam tata kelola kepegegawaian yang kita miliki. Saya sudah menyampaikan kepada Irjen, maupun dari Ditjen Pajak, dan Ditjen Bea Cukai,” kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (14/9/2017).

Sri Mulyani menegaskan jika Kejaksaan Agung sudah memiliki bukti mengenai keterlibatan mereka, maka yang bersangkutan segera diberhentikan. Selain itu, juga dilakukan penindakan dari sisi seluruh proses kepegawaian.

Menurutnya, jaringan penyelewengan pajak bisa terungkap melalui pelaku yang sudah teridentifikasi. Baik dari sisi model jaringan maupun pejabat yang terlibat.

“Jadi ini yang sedang kita lakukan baik di Ditjen Pajak, institusi, maupun unit yang lain,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…