Ekspresi Menpora Imam Nachrawi saat membuka Popnas XIV 2017 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jateng, Selasa (12/9/2017) malam. (Imam Yuda S.JIBI/Semarangpos.com) Ekspresi Menpora Imam Nachrawi saat membuka Popnas XIV 2017 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jateng, Selasa (12/9/2017) malam. (Imam Yuda S.JIBI/Semarangpos.com)
Rabu, 13 September 2017 23:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Menpora Andalkan Popnas Cegah Defisit Atlet

Menpora Imam Nahrawi saat membuka Popnas XIV 2017 berpesan agar menjauhkan Indonesia dari defisit atlet.

Solopos.com, SEMARANG — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nachrawi mengingatkan daerah-daerah untuk menghindarkan Indonesia dari defisit atlet. Pesan itu ia sampaikan dalam acara pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV 2017 di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (12/9/2017) malam.

Ia mengatakan Popnas XIV 2017 menjadi ajang untuk mencari bibit-bibit muda olahragawan di Indonesia untuk dipersiapkan menjadi atlet tangguh di kemudian hari. “Kita harus mencari sebanyak-banyaknya atlet potensial dari desa-desa, sekolah-sekolah untuk suatu hari nanti kita antarkan menuju prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya di hadapan kontingen 34 provinsi yang hadir di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jateng.

Imam Nachrawi meminta agar dalam pergelaran Popnas XIV 2017, para atlet dapat bertanding dengan sportif. Dalam hal ini, ia juga mengajak semua pihak untuk belajar dari pengalaman di ajang SEA Games beberapa waktu lalu. “Bahwa ada yang bermain dengan tidak sportif. Jangan sampai kita seperti itu,” ajang Imam Nahrawi sebelum membuka acara.

Senada, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar wasit dapat melakukan tugasnya dengan fair. Sementara itu, para atlet dapat bertanding dengan sportif. Meskipun sarat dengan kompetisi, Ganjar menyebut dalam pertandingan di Popnas XIV 2017 ini ada persaudaraan, ada NKRI yang harus dijaga.

“Mari dengan olahraga ini kita tunjukkan karakter sportifitas kita,” kata Ganjar sebagaimana dikutip siaran pers Tim Humas Porprov Jateng yang diterima Semarangpos.com, Rabu (13/9/2017).

Dalam kesempatan yang sama Ganjar mengharapkan, Popnas XIV 2017 dapat menjadi ajang pengukuran apakah nantinya para pelajar ini bisa disiapkan untuk membawa nama harum bangsa. “Ini kita semua yang mengawasi dan terus memantau agar mereka menjadi atlet hebat di masa depan” Ajaknya sembari meminta agar panitia melayani para atlet, official dan semua yang ada dengan baik. Ajak para atlet ini piknik agar mereka yang menang semakin bahagia. Ketika pulang membeli oleh-oleh dari Jawa Tengah,” tandas Ganjar yang diikuti tawa hadirin.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Popnas XIV/2017, Sri Puryono, yang juga Sekda Pemprov Jateng menjelaskan tujuan diadakan Popnas ini di antaranya adalah untuk mengukur pencapaian pembinaan prestasi atlet nasional. Selain itu juga untuk mencetak dan melahirkan atlet terbaik di Indonesia. “Popnas tahun ini mempertandingkan 21 cabang olahraga resmi dan empat eksibisi,” jelasnya.

Dalam pergelaran Popnas XIV 2017 di Jateng ini, terdapat 21 cabang olahraga yang dipertandingkan. Atlet-atlet pelajar peserta pesta olahraga multievent khusus pelajar Indonesia bakal berebut medali 287 emas, medali 287 perak, dan medali 417 perunggu. Sementara olahraga eksibisi memperebutkan medali 33 emas, medali 33 perak, dan medali 62 perunggu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…