Kondisi sumur tempat petani asal Tanon, Sragen, tewas saat mengganti tabung elpiji untuk bahan bakar pompa air, Rabu (13/9/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Kondisi sumur tempat petani asal Tanon, Sragen, tewas saat mengganti tabung elpiji untuk bahan bakar pompa air, Rabu (13/9/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Rabu, 13 September 2017 20:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

KISAH TRAGIS
Petani Sragen Tewas saat Mengganti Tabung Gas Pompa Air

Kisah tragis dialami petani Sragen yang tewas saat mengganti tabung gas untuk bahan bakar pompa air.

Solopos.com, SRAGEN — Seorang petani, Sarno, 55, warga Dukuh Sidorejo RT 008, Desa Slogo, Tanon, Sragen, ditemukan meninggal dunia di lokasi penyedotan air di sumur pertanian Dukuh Sapen RT 024, Desa Slogo, Tanon, Rabu (13/9/2017) siang.

Petani itu meninggal diduga karena terlalu banyak menghirup elpiji yang hendak dipasang untuk bahan bakar pompa air. Jasad Sarno ditemukan kali pertama oleh Bayan Slogo, Sriyatno.

Sriyatno langsung melapor ke Mapolsek Tanon. Kapolsek Tanon AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Rabu malam, mengatakan tim Polsek dan Identifikasi (Inafis) Polres Sragen mendatangi lokasi untuk memeriksa korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Korban ditemukan meninggal di area sumur sewaktu hendak menyedot air dari sumur dalam dengan mesin pompa air untuk mengairi sawah. Posisi mesin diesel berada di dalam srumbung sumur. Korban turun ingin mengganti tabung gas melon. Setelah itu korban berada di dalam srumbung sumur dan diperkirakan terlalu banyak menghirup udara gas racun dan mengakibatkan badan lemas akhirnya meninggal dunia,” ujarnya.

Agus menyampaikan pemeriksaan dokter puskesmas dan Tim Identifikasi Polres Sragen tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Dia mengatakan keluarga korban menerima musibah itu dengan sabar dan tidak mengizinkan autopsi. “Korban diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” tambahnya.

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…