Ilustrasi kekeringan di Soloraya (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Ilustrasi kekeringan di Soloraya (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Rabu, 13 September 2017 03:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

KEKERINGAN INDONESIA
Presiden Jokowi Instruksikan Menteri Atasi Kekeringan Daerah

Kekeringan Indonesia terjadi di beberapa wilayah.

Solopos.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh jajarannya segera turun ke lapangan dan mencari solusi untuk mengatasi bencana kekeringan. Bencana tersebut sedianya tengah melanda Tanah Air belakangan ini.

Dalam Rapat Terbatas dengan sejumlah menteri Kabinet Kerja di Kantor Presiden Jakarta, Presiden Jokowi menginginkan para menterinya melihat langsung kondisi di lapangan.

“Saya minta seluruh menteri dan lembaga terkait serta para gubernur untuk betul-betul melihat kondisi yang ada di lapangan dan segera melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana kekeringan ini,” ujar Presiden di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (12/9/2017) sebagaimana dikutip dari Okezone.

Salah satu solusi yang disebutkan Kepala Negara adalah terkait bantuan air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak kekeringan. Mengingat dalam dua tahun terakhir pemerintah telah membangun sejumlah embung, waduk, hingga bendungan guna mengantisipasi bencana tersebut.

“Saya juga minta dicek untuk supply air untuk irigasi pertanian sangat dibutuhkan terutama untuk mengairi lahan-lahan pertanian di daerah-daerah yang terdampak,” ungkapnya.

Bahan Makanan

Selain air bersih, ketersediaan stok bahan pangan di sejumlah daerah juga harus dijaga guna menghindari kelangkaan yang mengakibatkan kenaikan harga.

Berdasarkan laporan yang diterima Presiden, BMKG menyatakan, musim hujan di beberapa daerah diperkirakan baru terjadi akhir November atau akhir Oktober 2017 mendatang. Hal tersebut tentu saja menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah di Tanah Air.

“Beberapa daerah sudah tidak mengalami hujan berturut-turut lebih dari 60 hari, lebih dari dua bulan, bahkan sebagian di Pulau Jawa saat ini sedang mengalami puncak musim kemarau,” kata Jokowi.

Menutup pengantarnya, Jokowi sekali lagi menekankan agar seluruh elemen masyarakat bekerja sama dengan pemerintah mencegah terjadinya bencana di Tanah Air, baik itu bencana kekeringan maupun kebakaran hutan.

“Saya titip pesan agar kita tidak lengah untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan khususnya di lahan-lahan gambut seperti pada 2015 lalu,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…