Jogja
Rabu, 13 September 2017 - 14:59 WIB

KEBAKARAN JOGJA : Rumah di Ngadisuryan Terbakar, 2 Orang Luka

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Dua rumah di Jalan Ngadisuryan RT 16 RW 04, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, ludes terbakar, Rabu (13/9/2017) pagi. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)

Dua rumah di Jalan Ngadisuryan RT 16 RW 04, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, ludes terbakar

Harianjogja.com, JOGJA -Dua rumah di Jalan Ngadisuryan RT 16 RW 04, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, ludes terbakar, Rabu (13/9/2017) pagi. Kebakaran yang diduga dari bensin tersebut melukai dua orang penghuni rumah.

Advertisement

Kedua korban luka tersebut adalah Parni Mubarok, 51, dan Eko Sadewo, 50. Parni mengalami luka bakar di bagian kaki dan tangan kemudian dibawa ke RSUP Dr.Sardjito.

Sementara Eko terluka karena tertimpa seng saat menyelamatkan diri. Sementara beberapa penhuni rumah terpaksa harus mengungsi sementara ke rumah tetangga.

Advertisement

Sementara Eko terluka karena tertimpa seng saat menyelamatkan diri. Sementara beberapa penhuni rumah terpaksa harus mengungsi sementara ke rumah tetangga.

Saryanti Sudarmi, 47, Isteri dari Parmi mengaku tidak tahu pasti penyebab kebakaran tersebut. Ia saat itu sedang masak di dapun, kemudian di kagetkan dengan kobaran api yang menyambar sampai dalam rumah. Api kian membesar setelah membakar tumpukan botol bensin dan bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan triplek.

Ia pun langsung berlari keluar menyelamatkan diri. Api terus membesar dan di tengah kobaran api Saryanti mendengar ledakan berkali-kali yang diduga dari tabung gas.

Advertisement

Bangunan rumah Saryanti ditempati empat kepala keluarga yang disekat-sekat dengan triplek. Mereka adalah Cipto Taruno, 70, Sutri Miyarsih, 48, dan Suryanto, 49.

Seorang saksi mata, Shambu Cahya, 49, mengatakan kejadian itu bermula saat Parmi sedang menambal ban sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu ada banyak yang ingin menambal ban motor termasuk dirinya. Kemudian ada yang membeli bensin, namun karena botol bensin yang dipajang di dekat tambal ban kosong, Parmi kemudian mengambilkannya dari dalam rumah.

“Api dari tungku tambal ban menyambar bensin yang tercecer di lantai sampai dalam rumah,” ujar dia di lokasi kejadian.

Advertisement

Ia pun langsung menjauhkan motornya dari sumber api kemudian bersama warga lainnya ikut membantu memadamkan.

Sejumlah mobil kebakaran tiba di lokasi kejadian. Petugas Tagana Kota Jogja, Indra Karya mengatakan total ada 12 mobil pemadam kebakaran yang terdiri dari Pemadam Kebakaran Kota Jogja, Sleman, dan Bantul.

Proses pemadaman juga dibantu dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) DIY, TNI-Polri. Menurut dia, api terus membesar karena banyak bahan yang mudah terbakar, “Sekitar 90 menitan api baru padam,” kata dia.

Advertisement

Advertisement
Kata Kunci : Kebakaran Jogja
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif