Ilustrasi (JIBI/Dok) Ilustrasi (JIBI/Dok)
Rabu, 13 September 2017 23:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

138 Dusun Rawan Kekeringan, Dinsos Bojonegoro Siapkan Rp75 Juta

Musim kemarau ini terdapat 138 dusun di Bojonegoro rawan kekeringan.

Solopos.com, BOJONEGORO — Anggaran Rp75 juta disiapkan untuk pengadaan air bersih bagi warga Kabupaten Bojonegoro yang mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau tahun ini. Dinas Sosial Bojonegoro mencatat 15 kecamatan rawan kekeringan.

“Besarnya anggaran pengadaan air bersih sama dengan tahun lalu. Ya usulannya lebih dari itu tetapi disetujui Rp75 juta,” kata Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Adi Witjaksono, di Bojonegoro, Selasa (12/9/2017).

Dia menambahkan alokasi anggaran yang tersedia itu tidak mencukupi untuk pengadaan air bersih bagi warga yang daerahnya mengalami kekeringan. Tetapi, katanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga ikut membantu dalam pengadaan air bersih termasuk sejumlah perusahaan yang mengelola migas di Bojonegoro.

Kepala BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo menyatakan sampai sekarang belum ada warga yang mengajukan permintaan air bersih.

“Perkiraan saya pertengahan September baru ada warga yang mengajukan permintaan air bersih,” ucapnya.

Meskipun demikian, lanjut Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD M.Z.Budi Mulyono, pihaknya sudah melakukan pemetaan daerah yang rawan mengalami kekeringan.

Dari data yang diterima menyebutkan sebanyak 28.854 kepala keluarga (KK), dengan jumlah 76.093 jiwa yang tersebar di 60 desa di 15 kecamatan rawan kesulitan air bersih pada musim kemarau. “Jarak rumah warga dengan sumber mata air berkisar 1-4 kilometer,” katanya.

Ia memberikan gambaran di suatu desa yang semula ada tiga dusun yang warganya rutin mengalami kekeringan menjadi berkurang hanya dua dusun, karena satu dusun sudah memperoleh pelayanan air bersih dari PDAM.

Oleh karena itu, lanjut dia, dusun yang sudah memperoleh pelayanan air bersih dari PDAM tidak masuk lagi dalam data dusun yang rawan kekeringan. Selain itu, juga pengadaan air bersih dengan air tanah dengan sistem tower program BPBD seperti di Desa Jari, Kecamatan Sekar.

“Sekarang ada 138 dusun yang rawan mengalami kekeringan. Jumlah itu sudah menurun dibandingkan tahun lalu karena adanya pelayanan air bersih yang dilakukan PDAM dan BPBD,” kata dia.

BPBD menyebutkan daerah yang rawan kekeringan sebanyak 138 dusun di 15 desa yang tersebar di Kecamatan Sumberrejo, Sugihwaras, Gayam, Kepohbaru, Kedungadem, Temayang, Kedewan, Ngasem, Malo, Sukosewu, Purwosari, Ngambon, Ngraho, Tambakrejo, dan Kasiman.

The jagongan, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Nyanyian Sunyi Ekonomi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/9/2017). Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Econ-Act Indonesia dan anggota Staf Ahli Komite Ekonomi dan Industri Nasional. Alamat e-mail penulis adalah ronny_sasmita@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks…