Bangkai kucing yang ditabrak pengendara ojek online di kawasan Jl. Padiraya, Genuk, Kota Semarang, Jateng, Selasa (12/9/2017). (Facebook.com-Firin) Bangkai kucing yang ditabrak pengendara ojek online di kawasan Jl. Padiraya, Genuk, Kota Semarang, Jateng, Selasa (12/9/2017). (Facebook.com-Firin)
Selasa, 12 September 2017 18:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KISAH UNIK
Pengendara Ojek Online di Semarang Rela Lepas Sweater demi Kucing yang Ditabrak

Kisah unik terjadi di Kota Semarang saat wanita pengendara ojek online rela melepas sweater yang ia pakai demi membalut kucing yang ditabrak.

Solopos.com, SEMARANG – Seorang wanita pengendara ojek online di Kota Semarang penabrak hingga tewas kucing di kawasan Jl. Padiraya, Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) melahirkan kisah unik yang ramai diperbincangkan warga dunia maya (netizen). Wanita itu dikabarkan langsung melepas sweater yang ia pakai untuk membalut mayat kucing yang ia tabrak.

Kisah unik itu mencuat di media sosial Facebook setelah pengguna akun Facebook Firin memaparkannya di grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar), Selasa (12/9/2017). Pengguna akun Facebook Firin menjelaskan wanita pengendara ojek online di Kota Semarang itu membalut mayat kucing yang ditabrak dengan sweater atas sarannya.

“Baru saja [Selasa] mbak-mbak ojol [ojek online] melindas seekor kucing di Jl. Padi Raya Genuk Indah, mbake tak sarankan melepas sweater yang dipakainya buat membungkus kucing tersebut, kata orang Jawa harus seperti itu, Alhamdulilah dia bersedia,” ungkap pengguna akun Facebook Firin.

Dalam kiriman itu, pengguna akun Facebook Firin juga menyertakan beberapa foto. Dari beberapa foto itu terlihat pengendara ojek online membawa mayat kucing yang dimasukkan ke dalam kardus dan dilapisi sweater berwarna merah muda.

Warganet pun menyanjung wanita pengendara ojek online lantaran telah bertanggung jawab dengan memperlakukan mayat kucing dengan baik. “Salut sama mbak ojolnya yang sudah bertanggung jawab,” ungkap pengguna akun Facebook Alwi Rois.

Jos mbake. Ambil hikmahnya. Karo kewan wae dirumat opo meneh karo sesama. Biasanya lebih tanggung jawab,” tulis pengguna akun Facebook Mad Ajib.

Sementara itu, sebagian netizen justru menyoroti cara wanita pengendara ojek online itu dalam memperlakukan mayat kucing sampai harus melepas sweater-nya. Menurut mereka, merawat mayat kucing tak perlu sampai melepas pakaian untuk membalutnya. Mereka menganggap itu hanyalah kebiasaan kuno yang dibumbui dengan mitos yang tak ada buktinya.

Terlepas dari polemik terkait mitos, kisah unik tersebut berhasil menyita perhatian warganet. Foto wanita pengendara ojek online yang memabwa kucing dalam kardus bersama sweater-nya itu telah dikomentari sebanyak 256 kali dan mendapat lebih dari 800 likes dalam waktu kurag lebih satu jam. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…