Bengkel tambal ban di Dukuh Banyudono RT 013, Desa Mojodoyong, Kedawung, Sragen, dilalap si jago merah, Selasa (12/9/2017). (Istimewa/AKP Bambang Susilo/Polsek Kedawung) Bengkel tambal ban di Dukuh Banyudono RT 013, Desa Mojodoyong, Kedawung, Sragen, dilalap si jago merah, Selasa (12/9/2017). (Istimewa/AKP Bambang Susilo/Polsek Kedawung)
Selasa, 12 September 2017 20:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

KEBAKARAN SRAGEN
Bengkel Tambal Ban di Kedawung Ludes Dilalap Api

Kebakaran terjadi di bengkel tambal ban di Kedawung, Sragen.

Solopos.com, SRAGEN — Bengkel tambal ban Gemilang milik Joko Sutopo, 40, di Dukuh Banyudono RT 013, Desa Mojodoyong, Kedawung, Sragen, ludes dilalap si jago merah, Senin (11/9/2017) malam.

Kebakaran tersebut diduga disebabkan percikan material panas dari knalpot diesel kompresor yang mengenai tumpukan ban bekas di belakang bengkel. Kapolsek Kedawung AKP Bambang Susilo mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Selasa sore, menyampaikan peristiwa itu diketahui kali pertama oleh Sri Wahyuni, 35, pada Senin pukul 23.00 WIB.

Sri mendengar ada ledakan kecil dari arah bengkel milik warga Dukuh Sidorejo RT 006, Mojodoyong, itu yang terletak di sebelah rumahnya. Sri melihat ada kobaran api di belakang bengkel. Sri langsung memberi tahu tetangganya, Agus, agar segera melapor ke Ketua RT.

Ketua RT langsung menghubungi Polsek dan petugas pemadam kebakaran. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Sragen didatangkan untuk memadamkan api.

Tim pemadam kebakaran yang dipimpin Komandan Regu Sudarwan berusaha memadamkan api hingga pukul 01.00 WIB. “Kami bersama petugas lainnya mengecek ke dalam bengkel setelah api padam. Kami menemukan mesin kompresor yang hangus terbakar. Informasi dari warga setempat, mesin itu dihidupkan terus setiap harinya untuk mengisi angin. Cerobong asap mesin diarahkan ke luar bengkel bagian belakang. Di belakang itu ada tumpukan ban bekas. Indikasinya percikan material cerobong mesin itu jatuh mengenai ban dan akhirnya memunculkan titik api,” ujar Kapolsek.

Bambang melakukan penelitian forensik di lokasi kebakaran bersama tim identifikasi Polres Sragen. Beberapa barang disita untuk barang bukti. Bambang menyampaikan kerugian material akibat kebakaran itu mencapai Rp40 juta-Rp50 juta.

griya mambu kuning, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…