Caption: Peserta Kejurkab Dayung Tradisional beradu cepat di Waduk Gajah Mungkur, kawasan Desa Sendang, Wonogiri, Sabtu (9/9/2017). (JIBI/Solopos/Ahmad Wakid)
Senin, 11 September 2017 07:30 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Miliki WGM, Wonogiri Justru Minim Atlet Dayung

Wonogiri tengah gencar menjaring atlet dayung.

Solopos.com, WONOGIRI – Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Wonogiri menggelar kejuaraan kabupaten (Kejurkab) dayung di Waduk Gajah Mungkur (WGM) kawasan Desa Sendang, Wonogiri, Sabtu (9/9/2017). Kegiatan tersebut, hanya diikuti 24 peserta dari enam kecamatan di Wonogiri.

Ketua PODSI Wonogiri, Sukanto, mengatakan kegiatan tersebut untuk memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2017 sekaligus untuk menghidupkan olahraga dayung di Wonogiri. Dia berharap agar semua pihak mendukung olahraga dayung di Wonogiri yang memiliki Waduk Gajah Mungkur, sehingga bisa menyumbangkan atlet ke kancah nasional atau provinsi.

“Kejuaraan ini bukan semata-mata mencari kemenangan, tetapi tujuan utama mencari atlet dayung. Kita punya Waduk Gajah Mungkur, tetapi kita tidak punya atlet dayung tingkat nasional ataupun tingkat provinsi,” ujar dia, Sabtu.

Sementara Ketua KONI Wonogiri, Eko Warsito, mengapresiasi PODSI Wonogiri yang menggelar kejurkab. Dia berharap agar kejurkab tersebut menjadi embrio untuk event lainnya yang lebih besar.

“Mudah-mudahan ini menjadi berkah dan awalan yang baik untuk mencetak atlet dayung dari Wonogiri. Semoga tahun depan bisa lebih besar karena kita punya waduk gajah Mungkur ikon yang sudah nasional, bukan hanya provinsi,” kata Eko.

Dia menyampaikan Kejurkab Multi Cabang tahun ini digelar serentak pada September yang diikuti 15 cabang, antara lain Dayung, Sepak Bola, Atletik, Basket, Karate, Taekwondo, Silat, dan lainnya. Cabang olahraga yang menggelar Kejurkab itu akan menjadi skala prioritas bagi KONI.

“Kejurkab ini kami laksanakan supaya anak-anak muda yang punya potensi bisa berprestasi karena tidak ada prestasi tanpa kompetisi. Saya yakin dayung bisa sangat potensial di Wonogiri baik dalam hal prestasi maupun potensi yang lain. Semoga melalui dayung ini kita bisa memberikan kontribusi kepada Pemkab agar sejajar dengan daerah lain,” imbuhnya.

Kepala Desa Sendang, Budi Hardono, menyebut olahraga dayung di Wonogiri sudah lama mati suri. Dia menceritakan, sempat mendapat sentilan dari PODSI Jateng saat dia menjadi Wakil Ketua PODSI Wonogiri lantaran Wonogiri yang memiliki waduk luas tetapi tidak pernah mengirim atlet dayung ke provinsi untuk ajang nasional. Menurutnya, pengembangan dayung saat ini terkendala sarana dan prasarana, salah satunya perahu.

“Kami coba mengemas kembali lomba dayung tradisional dengan harapan ini embrio yang kecil dapat menjadi besar. Lomba ini akan menjadi catatan agar nanti kalau ada lomba-lomba di tingkat provinsi dan nasional bisa mengirim atlet. Maka dari itu, kami titip pesan jangan pernah berhenti di tengah jalan tetapi lanjutkan sampai berprestasi,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…