Bupati Gunungkidul, Badingah (ketiga dari kiri) sedang melihat perhiasan emas di bazar perhiasan saat acara gebyar mikro yang diselenggarakan oleh PT. Pegadaian di Alun-Alun Wonosari, Minggu (10/9/2017). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja) Bupati Gunungkidul, Badingah (ketiga dari kiri) sedang melihat perhiasan emas di bazar perhiasan saat acara gebyar mikro yang diselenggarakan oleh PT. Pegadaian di Alun-Alun Wonosari, Minggu (10/9/2017). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 11 September 2017 18:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Melalui Pegadaian, Emas 18 Gram Bisa Untuk Haji

Pegadaian memiliki program baru

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Sejumlah program baru PT Pegadaian dikenalkan dalam acara gebyar mikro di Alun-Alun Wonosari Minggu (10/9/2017). Salah satu program yang dikenalkan adalah arum haji, melalui program tersebut dengan cara menggadaikan 18 gram emas, bisa langusung naik haji.

Kepala Bidang Pemasaran Pegadaian DIY, Yulin mengatakan banyak program baru dari pegadaian yang belum dikenal oleh masyarakat. Salah satunya adalah program arum haji yang dapat menjamin seseorang untuk menunaikan ibadan haji. Untuk hal itu, pihaknya pun telah bekerjasama dengan Kementerian Agama.

Dengan mengadaikan emas sebagai jaminan, Pegadaian dapat langsung mendaftarkan seseorang untuk berhaji.

“Jadi kalau nasabah sudah memiliki emas perhiasan 18 gram atau senilai Rp7 juta, itu sudah mendapatkan porsi kebekarangkan haji, nanti tinggal kapan berangkatnya itu sesuai dengan ketentuan Kementerian Agama,” kata dia Minggu (10/9/2017).

Pihaknya menjamin, melalui Pegadaian nasabah tidak akan merugi, pasalnya jaminan atau emas yang telah digadai akan dikembalikan lagi kepada nasabah jika selesai diangsur. Pengembalian emas nantinya akan bersamaan dengan surat bukti keberangakatan haji nasabah tersebut.

Oleh dari itu, dia berharap program tersebut dapat lebih dikenal oleh masyarakat. Sehingga masyarakat tidak lagi bingung mencari cara untuk pembiayaan haji. Terlebih dengan cara gadai emas, dinilai memenuhi syarat haji yakni sebagai orang mampu karena memiliki emas. Berbeda dengan sistem perbankan melalui dana talangan yang tidak ada jaminan sekali.

Yulin menuturkan tidak hanya program arum haji saja yang menggunakan media emas sebagai objek investasi ataupun jaminan. Kini Pegadaian juga memiliki sejumlah program seperti menabung emas dan juga investasi emas.

Selain itu program yang juga kini digencarakan adalah untuk memberikan pinjaman modal untuk para pelaku usaha, terlebih usaha mikro dan kecil menengah (UMKM).

“Kan di Gunungkidul ini juga sedang banyak berkembang UMKM. Mereka tentunya membutuhkan modal pinjaman untuk dapat mengembangkan usahanya,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah yang hadir dalam acara gebyar mikro memberikan apresiasi terhadap Pegadaian. Perusahaan plat merah tersebut dinilai telah memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses modal usaha. Sehingga UMKM di Gunungkidul dapat terus berkembang.

Dia juga berterimakasih kepada Perum Pegadaian yang pada acara gebyar mikro turut dibarengi dengan pengenalan dimas diajeng Gunungkidul 2017 itu. “Saya turut berterima kasih atas dukungan semua pihak, diantaranya perum pegadaian yang telah menyelenggarakan acara gebyar mikro ini,” kata Badingah.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…