Harian Jogja/JUMALI Pesepak bola Persiba Bantul Bustomi (merah) berebut bola dengan pesepak bola PSIS Semarang Sadam Sudarma pada lanjutan Grup 4 Liga 2 2017 di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (11/9) sore. Pertandingan kedua kesebelasan berakhir untuk kemenangan PSIS dengan skor 1-2.
Senin, 11 September 2017 18:18 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Indonesia Share :

LIGA 2
Dikalahkan PSIS 1-2, Persiba Pecahkan Rekor 14 Pertandingan Tanpa Kemenangan

Rekor buruk Persiba Bantul pada babak reguler Grup 4 Liga 2 2017 terus berlanjut.

Solopos.com, BANTUL — Rekor buruk Persiba Bantul pada babak reguler Grup 4 Liga 2 2017 terus berlanjut. Bahkan pada pertandingan terakhir di babak reguler, tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini pun harus meraih kekalahan dari sang tamu, PSIS Semarang dengan skor 1-2 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (11/9/2017) sore.

Adapun dua gol PSIS dicetak oleh Hari Nur Yulianto menit ke-18, dan M Ridwan melalui titik putih pada menit ke-60. Sedangkan sebiji gol penggembira untuk Persiba Bantul dicetak oleh Johan Manaji pada menit ke-45.

Atas hasil ini, maka rekor baru berhasil dicetak oleh Persiba pada kompetisi Liga 2 2017. Dari 14 pertandingan yang dijalani, Persiba belum pernah meraih kemenangan. Alhasil, posisi Persiba pun tetap menempati posisi juru kunci dengan 4 poin dan harus rela terdegradasi ke Liga 3 musim depan.

Sementara tambahan 3 poin yang diraih oleh tim Mahesa Jenar-julukan PSIS kian mengukuhkan tim asal Kota Atlas ini kokoh di puncak klasemen Grup 4 dengan 35 poin.

Pelatih Persiba Bantul Hidayat mengaku kecewa atas hasil yang didapatkan oleh anak asuhnya kali ini. Meski demikian ia mengapresiasi perjuangan dari Slamet Widodo dan kawan-kawan yang tetap tampil fight meskipun dipastikan terdegradasi di Liga 3 musim depan.

“Anak-anak sudah bermain lepas dan mampu menyamakan kedudukan. Akan tetapi apa daya ada gol tambahan dari tim tamu,” ujarnya usai laga.

Atas kegagalan ini, Hidayat pun mengaku menyerahkan nasibnya kepada manajemen. Sebab, hingga laga akhir ini, dirinya belum berkomunikasi lagi dengan manajemen Persiba terkait dengan statusnya di Persiba pada musim mendatang. “Jika pun saya tetap di sini. Ke depan Persiba harus banyak perubahan. Minimal kami harus tetap eksis di Liga 2,” sambungnya.

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…