Monyet ekor panjang (foto: libregraphics.asia) Monyet ekor panjang (foto: libregraphics.asia)
Senin, 11 September 2017 05:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Konflik Manusia dan Monyet Ekor Panjang

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (9/9/2017). Esai ini karya Slamet Sukeri, polisi kehutanan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang bertugas di Seksi Konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah 1 Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah slametsukeri30@gmail.com.

Solopos.com, SOLO — Monyet yang dikenal dalam masyarakat sebagai kera sering kali diidentifikasi sebagai satwa yang lucu, pintar, dan mudah bergaul dengan manusia sebagaimana kucing, anjing, dan burung.

Di balik kelucuannya ternyata monyet juga bisa menjadi ancaman yang membahayakan keselamatan manusia di sekitarnya, seperti yang terjadi di Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, belum lama ini.

Berawal dari  laporan warga tentang serangan monyet di Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, tepatnya di Desa Sendang, Desa Dologan, Desa Karangkepoh, Desa Bangkok, Desa Klari, ditambah Desa Kauman di Kecamatan Kemusu belum lama ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah segera mengambil langkah-langkah strategis dan terkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Dilaporkan bahwa warga Karanggede dan sekitarnya telah mengalami serangan monyet yang  pada waktu dilaporkan baru tercatat tiga orang digigit monyet, yaitu pada Februari 2017. Hingga saat terakhir monyet berhasil dilumpuhkan telah tercatat 13 orang korban dengan 14 kasus gigitan monyet sehingga harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan yang serius.

Serangan monyet di Boyolali ini berbeda dengan kasus serangan monyet di perkampungan warga yang pernah terjadi di daerah-daerah lain. Di daerah-daerah lain seperti di Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, sekitar Bukit Seribu di Kabupaten Sukoharjo, dan di kawasan lereng gunung yang biasa diserang monyet, monyet-monyet biasanya berkoloni dalam kawanan yang terdiri atas 25 ekor hingga 30 ekor.

Kawanan monyet itu memang mempunyai habitat yang berdekatan dengan pemukiman warga. Sedangkan yang menjadi sasaran penyerangan adalah kebun buah dan hasil ladang warga. Pada kasus di Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, monyet yang menyerang warga hanya dua ekor hingga tiga ekor dan tidak menyerang tanaman di ladang dan kebun buah.

Selanjutnya adalah: Monyet-monyet justru menyerang ayam, kambing, serta manusia…

PERSONALIA, ADMIN, QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…