Tedjowulan KGPHPA Tedjowulan (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)
Senin, 11 September 2017 20:35 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Acara 1 Sura Dibiayai Pemkot, Keraton Solo Bentuk Bebadan Sementara

Keraton Solo membentuk bebadan sementara untuk mengelola dana peringatan 1 Sura dari Pemkot.

Solopos.com, SOLO — Setelah tunggakan listrik, acara peringatan malam 1 Sura di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat juga akan dibiayai Pemkot Solo. Guna mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran itu, Keraton membentuk bebadan (organisasi internal) sementara.

Hal itu disampaikan Maha Menteri Panembahan Agung Tedjowulan ketika dijumpai wartawan seusai bertemu Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo di Balai Kota Solo, Senin (11/9/2017). “Ada dua kegiatan pokok di Keraton yang harus dilaksanakan tahun ini, yakni peringatan malam 1 Sura dan tahun Dhal [Sekaten],” kata dia. (Baca: UPT Tak Segera Terbentuk, Keraton Solo Terancam Gelap Gulita)

Tedjowulan mengatakan bebadan sementara dibentuk untuk menjalankan kegiatan kebudayaan di Keraton mengingat hingga saat ini Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi belum membentuk lembaga internal tersebut. Padahal setiap penggunaan bantuan anggaran dari pemerintah harus bisa dipertanggungjawabkan secara administratif oleh lembaga yang resmi.

Agar kegiatan Keraton tetap berjalan, G.K.R. Wandasari Koes Moertiyah (Gusti Moeng) diitunjuk sebagai pelaksana bebadan sementara tersebut. “Sekarang bebadan masih dalam proses pembentukan. Tapi masih ada program Keraton pada 2017 yang harus segera dilaksanakan. Untuk mempertanggungjawabkan anggaran pemerintah itu ya lewat bebadan sementara,” katanya.

Selain peringatan 1 Sura, Keraton masih harus menyelenggarakan Sekaten. Kegiatan tersebut juga bakal dibiayai pemerintah. Khusus Sura, Tedjowulan menambahkan PB XIII Hangabehi memerintahkan agar tetap diselenggarakan.

Namun, pembawa pusaka dan pusaka apa yang akan dikirab, PB XIII belum menentukannya. “Pelaksanaan malam 1 Sura sudah ada dhawuh dari Sinuhun melalui Gusti Dipokusumo. Dhawuhnya itu peringatan 1 Sura harus dilaksanakan,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Yulistianto, mengatakan Pemkot telah mengalokasikan anggaran dalam APBD Kota Solo untuk pelaksanaan peringatan 1 Sura tersebut. “Kami punya anggaran untuk itu [peringatan 1 Sura] di Dinas Kebudayaan,” kata Budi.

Selain APBD, Pemkot juga masih memiliki sisa anggaran hibah dari Tingalan Jumenengan PB XIII Hangabehi pada 21 April lalu. Dana tersebut kini masih berada di kas daerah senilai Rp144 juta. “Nanti mau pakai yang mana terserah,” katanya.

 

PT. SAGO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…