Petugas menuliskan tanggal mulai karantina pada gudeg yang sudah dikemas dalam kaleng. (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Minggu, 10 September 2017 06:55 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Pemkot Jogja dan LIPI Jalin Kerja Sama Bidang Sains

Pemerintah Kota Jogja dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjalin kerja sama dalam pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan

 
Solopos.com, JOGJA– Pemerintah Kota Jogja dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjalin kerja sama dalam pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kerja sama tersebut salah satunya diwujudkan dalam bentuk pameran hasil riset LIPI di Kota Jogja di Taman Pintar.

“Kerja sama ini diharapkan keberadaan LIPI lebih dirsakan oleh masyarakat,” kata Deputi Ilmu Pengetahuan Tehnik LIPI, Laksana Tri Handoko, seusai menandatangani MoU dengan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti di Taman Pintar, Jumat (8/9/2017).

Kerja sama tersebut sudah diwujudkan dalam bentuk festival sains yang berlangsung sejak kemarin hingga Oktober mendatang. Beberapa kegiatan yang digelar di antaranya adalah pameran makanan tradisional Indonesia, industri makanan, hasil riset, dan perkembangan iptek.

Kemudian pertunjukan sains berupa uji produk pangan, deteksi bahan berbahaya pada makanan, pengemasan makanan. Lalu, ada workshop pembelajaran interaktif penerbitan ilmiah, pembuatan film dokumenter iptek untuk pelajar, dan berbagai kegiatan lainnya.

Dalam pameran olahan makanan tradisional hasil pendampingan LIPI ditampilkan sejumlah produk olahan makanan dari DIY, di antaranya coklan khas Patuk Gunungkidul, gudeg, serta sayur lombok ijo.

Kepala Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) LIPI, Hardi Julendra mengatakan hasil penelitian di bidang pangan sudah diimplementasikan kepada masyarakat sejak tiga tahun terakhir, salah satunya dalam bentuk pengemasan makanan olahan tradisional di DIY.

Pihaknya merangkul semua usaha kecil menengah (UKM) kuliner untuk mengemas hasil olahan makanan agar memiliki daya saing tinggi, namun tetap sesuai dengan ciri khas dari daerahnya masing-masing. “Salah satunya gudeg yang sekarang sudah mulai dikemas dalam bentuk kaleng meski di jual di mana-mana tetap khas Jogja,” kata Hardi.

Ia mengatakan hasil riset lembaganya di bidang pengemasan makanan sudah dimanfaatkan oleh lebih dari 30 UKM dan mengembangkan 42 jenis resep makanan tradisional nusantara, antara lain Gudeg Jogja, Gudeg Solo, Rawon, Bronkos, Sayur Lombok Ijo, Mangut Lele, Rendang, Tempe Bacem, dan Oseng-oseng Mercon.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Pintar, Afia Rosdiana mengatakan kerja sama antara LIPI dan Taman Pintar ini baru pertama kali dilakukan. Ia mengatakan kerja sama itu sangat penting karena apa yang dikembangkan LIPI juga perlu diperkenalkan kepada masyarakat, “Taman Pintar salah satu wahana edukasi dibidang sain dan teknologi,” ujar Afia.

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…