Tundjung W. Sutirto (Istimewa) Tundjung W. Sutirto (Istimewa)
Sabtu, 9 September 2017 19:00 WIB Ichwan Prasetyo/JIBI/SOLOPOS Kolom Share :

GAGASAN
Saracen dan Kekuasaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (5/9). Esai ini karya Tundjung W. Sutirto, peminat budaya dan dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah tundjungsutirto@gmail.com.

Solopos.com, SOLO–Kata dan istilah ”Saracen” muncul sejak Abad Pertengahan di Eropa yang konotatif dengan hal negatif. Istilah yang kali pertama muncul pada masa Romawi Kuno itu memang untuk sebutan yang esensinya membangun stereotip dan prasangka terhadap golongan agama tertentu.

Kini di negeri kita Saracen bermanifestasi dalam bentuk lain, yaitu sebagai nama dari situs di dunia maya yang memproduksi ujaran kebencian. Situs Saracen yang menggemparkan publik ternyata punya ribuan followers atau pengikut.

Situs Saracen misinya sama saja dengan istilah Saracen zaman Romawi dulu, yaitu tidak lain untuk memberi label negatif melalui ujaran kebencian. Jadi, tidak perlu heran bahwa situs Saracen didirikan dengan niat memang untuk tujuan negatif.

Situs Saracen memang mengancam tatanan sosial bangsa Indonesia yang kodratnya keberagaman. Yang perlu didiskusikan lebih mendalam lagi adalah apakah adanya ujaran kebencian yang diproduksi Saracen itu sebenarnya sebentuk perlawanan terhadap dominasi?

Setelah diidentifikasi ternyata muara ujaran kebencian yang diproduksi Saracen adalah kebencian kepada lawan politik dan kebencian kepada rezim yang berkuasa serta kebencian terhadap pemeluk agama lain.

Bisa jadi situs Saracen merupakan fenomena gunung es dari metode penyaluran resistensi terhadap kekuasaan dengan menggunakan teknologi informatika.

Mengutip penjelasan James C. Scott (1990) dalam buku Domination and The Arts of Resistance bahwa dalam relasi kelas penguasa dan kelas subordinat ada dua konsep pola interaksi, yaitu yang dinamakan public transcript dan hidden transcript.

Selanjutnya adalah: Dua konsep relasi itu oleh Scott dibedakan atas artikulasi perlawanan…

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…