Sejumlah pengunjung melihat-lihat koleksi buku dan foto Bung Karno di stan Perpustkaan dan Museum Proklamator Bung Karno pada Pameran Museum Goes to Campus di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (6/9/2017). (Insetyonoto/JIBI/Solopos) Sejumlah pengunjung melihat-lihat koleksi buku dan foto Bung Karno di stan Perpustkaan dan Museum Proklamator Bung Karno pada Pameran Museum Goes to Campus di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (6/9/2017). (Insetyonoto/JIBI/Solopos)
Jumat, 8 September 2017 03:00 WIB Insetyonoto/JIBI/Solopos Solo Share :

Ratusan Pengunjung Datangi Stan Bung Karno di Pameran Museum UNS Solo

Pameran Museum UNS Solo ramai dikunjungi.

Solopos.com, SOLO — Ratusan pengunjung selalu menyempatkan diri mampir di Stan Bung Karno dalam Museum Goes to Campus (MGtC) yang digelar Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo di kampus tersebut, Rabu (6/9/2017).

Sosok Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno (Bung Karno) menarik perhatian banyak pengunjung. Terbukti stan Perpustakaan dan Museum Proklamator Bung Karno dalam Pameran MGtC 2017 di Auditorium UNS Solo tak pernah sepi.

Pengunjung melihat buku-buku dan foto hitam putih Bung Karno yang dipamerkan di stan tersebut. Berdasarkan buku presensi pengunjung, selama dua hari pameran yakni Senin-Selasa (4-5/9), rata-rata yang datang ke stan Bung Karno adalah 200 orang.

“Kami menampilkan 100 eksemplar buku tentang Bung Karno,” kata Kepala Perpustakaan dan Museum Proklamator Bung Karno, Suyatno, saat ditemui Solopos.com di lokasi pameran, Rabu. Buku yang dipamerkan antara lain berjudul Bung Karno dan Pancasila, Menuju Revolusi Nasional, Di Bawah Bendera Revolusi, dan Falsafat Pancasila Menurut Soekarno. Buku-buku itu hanya sebagian kecil dari koleksi Perpustakaan dan Museum Proklamator Bung Karno di Jl. Kalasan Blitar, Jawa Timur.

Menurut Suyatno, koleksi buku tentang Bung Karno mencapai 2.000 eksemplar. Selain buku dan foto, ditampilkan juga duplikat jas Bung Karno. Jas warna krem tersebut sering digunakan Bung Karno dalam acara kenegaraan maupun lawatan ke luar negeri.

“Ada koleksi Bung Karno yang baru yakni tulisan tangan beliau dari darah di atas sprei yang ditulis pada 26 Januari 1967,” ungkap dia.

Sementara itu, aneka macam keris yang dipajang di Museum Keris Nusantara Solo juga mampu menarik ratusan pengunjung. Para pengunjung penasaran dengan bentuk-bentuk keris yang dipemarkan. Ada yang memiliki luk lima, tujuh, sembilan, 13, maupun lurus.

“Dari sekitar 600 koleksi, yang ditampilkan pada pameran hari ini sebanyak 20 keris. Pemilihan keris dilakukan dewan kurator Museum Keris Nusantara,” jelas penjaga stan Ari K. Pameran Museum Goes to Campus 2017 yang digelar sejak Senin berakhir Kamis (7/9/2017).

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…