Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman (kanan) menghalau sebuah mobil putih berpenumpang aktivis peserta bela Rohingya dalam razia tim gabungan di Rest Area Masaran, Sragen, Jumat (8/9/2017). (Istimewa/AKBP Arif Budiman/Polres Sragen) Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman (kanan) menghalau sebuah mobil putih berpenumpang aktivis peserta bela Rohingya dalam razia tim gabungan di Rest Area Masaran, Sragen, Jumat (8/9/2017). (Istimewa/AKBP Arif Budiman/Polres Sragen)
Jumat, 8 September 2017 17:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

Polri/TNI Menghalau 109 Aktivis Bela Rohingya di Mantingan dan Masaran

Polisi dan tentara menghalau aktivis yang akan mengikuti aksi bela Rohingya di sekitar candi Borobudur.

Solopos.com, SRAGEN — Tim gabungan TNI/Polri sejak Kamis (7/9/2017) malam hingga Jumat (8/9/2017) siang menggelar razia di dua lokasi untuk mencegahh aktivis muslim yang bakal mengikuti aksi bela Rohingya di sekitar Candi Borobudur Magelang.

Tim gabungan di bawah koordinasi Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman memberi pemahaman dan meminta 100-an penumpang dari empat mobil dan bus kembali ke daerah asal.

Razia pertama dilakukan di pos pengamanan perbatasan Sragen-Ngawi, tepatnya di wilayah Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, pada Kamis pukul 20.00 WIB hingga Jumat pukul 02.30 WIB. Razia tersebut melibatkan 80 personel gabungan dari Polres Sragen, Polres Ngawi, dan Kodim 0725/Sragen. Sasaran razia yaknibus, mobil travel, mobil boks, dan mobil pribadi.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman bersama Dandim Letkol (Arh) Camas Sigit Prasetyo bersama tim bisa menghentikan 149 kendaraan yang terdiri atas 50 unit bus, 66 unit kendaraan pribadi roda empat, 17 unit mobil travel, delapan bus pariwisata, delapan unit mobit boks.

“Semalam, kami menghalau dua unit bus agar kembali ke daerah asal. Dua bus itu asal Kediri dan Lamongan. Kami memberi pemahaman dengan pertimbangan kamtibmas [keamanan dan ketertiban masyarakat]. Ada 94 orang penumpang di dua bus itu,” ujar Kapolres saat dihubungi, Jumat.

Dua bus yang dihalau itu meliputi Bus Moedah berpelat nomor W 7099 UA dengan jumlah penumpang 67 orang dan bus Satria Prima berpelat nomor AG 7171 UV dengan 27 orang penumpang. Dari pemeriksaan petugas ditemukan atribut bendera bertulisakan Gaman atau Gerakan Amar Makruf Nahi Mungkar di dalam bus Moedah dan atribut pamlet sebanyak 28 buah di bus Satria Prima.

“Kapasitas Masjid An-Nur di Magelang itu hanya 1.500 orang. Untuk warga Magelang saja sudah membeludak. Jadi mereka diimbau untuk kembali ke daerah asal karena tempatnya di Magelang tidak muat. Syukurlah mereka semua mau kembali,” ujarnya.

Razia kali kedua dilanjutkan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di wilayah rest area Masaran, Sragen. Kapolres sendiri yang memimpin razia itu dengan melibatkan puluhan orang dari gabungan Polres dan Kodim Sragen.

“Tadi di Masaran, kami juga menghentikan dua kendaraan pribadi yang berisi 15 orang. Mereka diimbau dan diberi pemahaman agar kembali dan mengurungkan niatnya ke Magelang. Selain di Sragen, di Kartasura juga ada razia dengan mengalihkan jemaah ke masjid terdekat,” tuturnya.

KSP.Pratama Surya Makmur, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Harga Tertentu Beras Tertentu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (7/8/2017). Esai ini karya Feriana Dwi Kurniawati, Kepala Seksi Usaha Tani dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah feriana_dk@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Pemerintah telah mengumumkan mulai…