Ilustrasi elpiji 3kg alias gas si melon. (JIBI/Bisnis/Dok.) Ilustrasi elpiji 3kg alias gas si melon. (JIBI/Bisnis/Dok.)
Jumat, 8 September 2017 19:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

Elpiji Melon Jatah Solo Dijual di Sragen Seharga Rp25.000/Tabung

Warga Sragen mendapati elpiji 3 kg yang diduga jatah Solo dijual seharga Rp25.000/tabung.

Solopos.com, SRAGEN — Belasan tabung elpiji 3 kg yang diduga untuk jatah wilayah Solo beredar di wilayah Kabupaten Sragen beberapa waktu terakhir. Elpiji bersegel merah muda keunguan dengan tulisan timbul SPBE NWN di bagian atasnya itu dijual dengan harga Rp25.000 per tabung.

Tabung elpiji itu dijual pengecer di wilayah Karangmalang. Pengiriman tabung elpiji itu ke pengecer dilakukan malam hari.

Seorang warga Karangmalang, Dewi, 28, saat ditemui Solopos.com, Jumat (8/9/2017), mengaku sempat bingung saat kehabisan elpiji untuk memasak. Ia mencari ke pengecer terdekat namun kosong.

Ia mencari ke dua pengecer lainnya juga kosong. Kemudian ia mencari ke pengecer di pinggir jalan raya. “Ternyata ada tiga tabung. Ibu-ibu penjual tabung elpiji itu bilang tadinya ada 15 tabung yang datang dari Solo. Elpiji itu dijual dengan harga Rp25.000/tabung. Padahal sesulit-sulitnya cari elpiji paling harganya Rp20.000-Rp22.000/tabung. Segel tabungnya memang warnanya berbeda dari segel biasanya. Segel biasa warnanya oranye tetapi itu warnanya seperti ungu atau pink begitu,” ujarnya.

Kabid Pengembangan dan Pembinaan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Boghy Yeano Wibowo, mengatakan segera menyelidiki indikasi masuknya elpiji dari luar daerah ke Sragen. Dia menjelaskan masuknya elpiji yang terindikasi dari Solo masuk ke Sragen itu melanggar rayonisasi.

“Kenapa warna segel tabung dibedakan itu untuk pengaturan alokasi per daerah. Masalah minyak dan gas itu ranahnya pusat bukan daerah. Ketika kami menemukan indikasi kecurangan, kami tidak bisa menindak tetapi hanya melaporkan ke pusat atau berkirim surat ke Pertamina. Padahal kalau ada masalah yang ditanya masyarakat pasti Pemkab dulu,” ujarnya.

Bogy menyampaikan Pertamina sudah menambah kuota elpiji setelah Iduladha lalu. Dia melihat pasokan ke daerah yang kurang itu hanya mengalihkan stok dari daerah yang berlebih ke daerah yang kurang.

Sementara itu, Marketing Branch Manager Pertamina Wilayah DIY dan Surakarta, Dody Prasetya, mengatakan masuknya elpiji bersubsidi lintas rayon itu memang tidak bisa dicegah karena jaraknya antardaerah di Soloraya relatif dekat.

Dia menyampaikan penjualan di pengecer itu mestinya dibatasi karena pangkalan hanya boleh menyuplai pengecer 50% agar penerima manfaat mendapat harga sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

“Kalau ada yang kosong benar, kami akan survei dengan teman-teman pemda. Kami menginginkan distribusi itu sesuai penyerapan, tidak ngawur asal gelontor. Indikasinya memang elpiji ini banyak dipakai orang-orang yang tidak berhak, termasuk dipakai untuk pertanian. Kami akan bahas masalah itu dan segera terjun ke lapangan,” tambahnya.

 

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komodifikasi Hoaks

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (11/9/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Berita tentang Saracen, kelompok yang diduga sebagai salah satu pelaku penyebarluasan konten…