Pejabat PT KAI Daops VI Jogja mendampingi perwakilan Pemkab Sragen, kepolisian, dan TNI, melihat fasilitas rail clinic di Stasiun Masaran, Sragen, Kamis (7/9/2017). (Kurniawan/JIBI/Solopos) Pejabat PT KAI Daops VI Jogja mendampingi perwakilan Pemkab Sragen, kepolisian, dan TNI, melihat fasilitas rail clinic di Stasiun Masaran, Sragen, Kamis (7/9/2017). (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 7 September 2017 15:15 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Sragen Share :

PT KAI Jogja Beri Pengobatan Gratis untuk Warga Masaran Sragen

PT KAI memanfaatkan rail clinic untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis.

Solopos.com, SRAGEN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Unit Kesehatan Daerah Operasi (Daops) VI Jogja menggelar pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat di Stasiun Masaran, Sragen, Kamis (7/9/2017). Pemeriksaan kesehatan dilakukan di dalam rail clinic yang ada di stasiun setempat.

Manajer Unit Kesehatan PT KAI Daops VI Jogja, Welliansyah, mengatakan rail clinic seri I yang digunakan di Stasiun Masaran terdiri atas dua gerbong. Rail clinic seri I tersebut kali pertama dioperasikan Desember 2015.

Fasilitas yang ada di rail clinic seri I seperti toilet, pantry, ruang tindakan medis, ruang pemulihan, ruang pemeriksaan gigi, laboratorium mini, ruang pemeriksaan kebidanan, ruang laktasi, ruang pemeriksaan mata, dan farmasi.

Rail clinic ini yang pertama beroperasi di Jawa. Untuk seri II ada di Divre III Sumatra Selatan, dan seri III di Divre IV Tanjung Karang. Jadi di Sumatra ada dua. Seri IV sedang pemasangan interior dan alat kesehatan,” tutur dia.

Sejauh ini fasilitas rail clinic baru digunakan untuk kegiatan CSR. “Targetnya membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tapi secara insidentil bisa digunakan untuk evakuasi, seperti saat bencana banjir di Garut. Saat itu rail clinic ditarik ke Garut untuk evakuasi,” kata dia.

Kentut Suyahman, 57, warga Krikilan RT 008/RW 004, Masaran, Sragen, yang baru saja menyelesaikan pemeriksaan kesehatan di rail clinic mengatakan awalnya belum pernah tahu apa itu rail clinic. “Ternyata pemeriksaan kesehatan di gerbong kereta. Fasilitasnya lengkap, dan tenaga medisnya bagus-bagus,” ujar Kentut didampingi istri Sri Amini, 45.

Laki-laki yang dua tahun lalu terkena stroke itu tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, tapi juga mendapatkan obat untuk membantu kesembuhannya. “Sebenarnya kami sudah rutin kontrol. Di rumah pun masih ada beberapa obat. Ini tadi dikasih dua macam obat,” timpal Sri.

Warga lainnya, Supardi, 65, asal Krikilan RT 025/RW 006, Masaran, mengaku sangat terbantu dengan bakti sosial (baksos) rail clinic gelaran PT Kereta Api Indonesia (Persero) Unit Kesehatan Daerah Operasi (Daops) VI Jogja.

“Biasanya saya periksa bulanan ke Jambanan naik mobil. Tapi karena dapat undangan periksa gratis di rail clinic ini ya kami datang. Apalagi rumah saya hanya 100 meter dari stasiun. Ini tadi saya dan istri jalan kaki,” aku dia didampingi istri Suparni, 53.

 

lowongan pekerjaan
PT.Astra International tbk, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…