Para siswa SD-SMP memasukkan uang jajan mereka ke dalam kardus berlabel #Save Rohingya yang diedarkan petugas Lazismu Sragen saat aksi bela muslim Rohingya di Masjid Al Falah Sragen, Kamis (6/9/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Para siswa SD-SMP memasukkan uang jajan mereka ke dalam kardus berlabel #Save Rohingya yang diedarkan petugas Lazismu Sragen saat aksi bela muslim Rohingya di Masjid Al Falah Sragen, Kamis (6/9/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Kamis, 7 September 2017 16:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

Pelajar Muhammadiyah Sragen Himpun Rp40 Juta untuk Rohingya

Aksi kepedulian untuk Rohingya digelar para pelajar Muhammadiyah di Sragen.

Solopos.com, SRAGEN — Ribuan siswa pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) berlabel Muhammadiyah se-Kabupaten Sragen menggelar aksi solidaritas untuk warga Rohingya yang mengalami tragedi kemanusiaan di Myanmar.

Para siswa melakukan aksi teatrikal, doa bersama, dan penggalangan dana secara spontanitas di Masjid Al Falah Sragen, Kamis (7/9/2017). Dalam waktu kurang dari satu jam, mereka berhasil menghimpun dana spontanitas sebanyak Rp40.187.200 dari para pelajar dan orang tua yang ada.

Dana yang terkumpul disampaikan langsung kepada muslim Rohingya lewat Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sragen.

Koordinator Aksi Bela Muslim Rohingya, Umar Khoironi, menyampaikan sampai pekan ini penindasan terhadap etnis Rohingya masih terjadi. Muslim yang minoritas di negara itu, kata dia, diperlakukan tidak adil dan ditindar di luar batas kemanusiaan.

“Penindasan dan pembunuhan massal terhadap muslim Rohingya sudah mengarah pada penghapusan kelompok. Atas dasar itulah, kami para siswa dari Sekolah Birrul Walidain Muhammadiyah, SMP Darul Ihsan Muhammadiyah, dan SMP Muhammadiyah plus SMPN 1 Sragen berusaha membantu mereka dalam wujud penghimpunan dana, doa bersama, dan pembelaan,” ujarnya dalam orasinya.

Kepala SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen, Amir, menyampaikan ribuan siswa dan santri berdoa bersama (qunut nazilah) untuk para muslim Rohingya dan diakhiri dengan penggalangan dana bersama.

“Kegiatan ini tidak sekadar sebagai bentuk pembelaan terhadap kaum minoritas di Myanmar, yakni etnis Rohingya tetapi juga untuk menumbuhkan rasa solidaritas di kalangan siswa dengan prinsip sesame muslim itu bersaudara. Kalau ada muslim yang disakiti maka kami merasa tersakiti juga. Semua dana yang terkumpul nanti dikirimkan kepada muslim Rohingya lewat Lazismu Sragen,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…