Kapolsek Sragen Kota AKP Suseno (kiri) melihat kondisi jenazah Bambang Hariyanto yang meninggal dunia mendadak di kamar mayat RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Rabu (6/9/2017) malam. (Istimewa/ AKP Suseno/Polsek Sragen Kota) Kapolsek Sragen Kota AKP Suseno (kiri) melihat kondisi jenazah Bambang Hariyanto yang meninggal dunia mendadak di kamar mayat RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Rabu (6/9/2017) malam. (Istimewa/ AKP Suseno/Polsek Sragen Kota)
Kamis, 7 September 2017 12:45 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

KISAH TRAGIS
Pulang Dari Hotel, Warga Sragen Mendadak Meninggal

Selama perjalanan ke hotel, Bambang mengeluh tidak enak badan dan tensi darahnya naik.

Solopos.com, SRAGEN Seorang laki-laki asal Dukuh/Desa Majenang RT 014, Sukodono, Sragen, Bambang Hariyanto, meninggal dunia secara mendadak setelah menginap bersama perempuan asal Blangu, Gesi, Sragen, Pry, di Hotel Martonegaran Sragen, Rabu (6/9/2017) malam. Kematian Bambang diduga karena sakit darah tinggi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Mapolsek Sragen Kota, Kamis (7/9) pagi, peristiwa nahas itu bermula saat Bambang dan Pry menginap di kamar nomor 5 Hotel Martonegaran 1 Sragen pada pukul 19.0 WIB.

Di dalam kamar, Bambang makan nasi dengan lauk ayam atau bebek yang dibeli dari warung makan pinggir Jl Raya Sukowati Sragen. Seusai makan Bambang dan Pry asik mengobrol. Bambang pun merokok saat berbincang ringan itu.

“Tiba-tiba Bambang pegang kepala dan pingsan. Pry keluar kamar dan meminta tolong karyawan setempat. Para karyawan mendapati Bambang pingsan dalam posisi duduk di kursi. Bambang langsung dievakuasi masuk ke mobil dan dilarikan ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Kedatangan mereka di RSUD diterima oleh dokter Evin dan saat diperiksa Bambang sudah tidak bernyawa lagi,” ujar Kapolsek Sragen Kota, AKP Suseno, mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Kamis pagi.

Suseno menjelaskan dari keterangan saksi Pry selama perjalanan ke hotel, Bambang mengeluh tidak enak badan dan tensi darahnya naik. Dia menjelaskan Bambang dan Pry itu menginap di hotel baru 15 menit. Suseno bersama Tim Identifikasi (Inafis) Polres Sragen memeriksa kondisi korban di kamar mayat RSUD Sragen.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Kami hanya menemukan bekas kerokan di badan dan lidat tergigit. Kami menyerahkan korban kepada pihak keluarga. Pihak keluarga menerima dan kematian Bambang dikarenakan sakit,” imbuhnya.

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…