Kapolres Sleman, AKBP Burkan Rudy Satria menunjukkan barang bukti tanda jual beli palsu di Mapolres Sleman, Selasa (5/9/2017). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Kapolres Sleman, AKBP Burkan Rudy Satria menunjukkan barang bukti tanda jual beli palsu di Mapolres Sleman, Selasa (5/9/2017). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 6 September 2017 07:21 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

PENIPUAN SLEMAN
Setor Rp425 Juta untuk Beli Tanah, Eh Kantor Notaris Ini Malah Raib

Penipuan Sleman dilakukan seorang notaris palsu.

Solopos.com, SLEMAN — Seorang pegawai bank tertipu jual beli tanah seharga Rp425 juta dengan motif kantor notaris palsu. Korban dibawa ke kantor yang hanya diciptakan sementara oleh pelaku lengkap dengan staf dan perlengkapannya.

Kapolres Sleman, AKBP Burkan Rudy Satria menyampaikan ia sendiri hadir bersama orang tuanya saat itu ke kantor yang komplet dilengkapi dengan satpam maupun staf lainnya. Uang yang dibayarkan sendiri merupakan simpanan selama bertahun-tahun dan pinjaman dari bank. Ia mengaku selama ini selalu cermat dalam melakukan pembelian tanah

Kasatreskrim Sleman, AKP Rony Are menjelaskan jika kantor itu diciptakan sementara oleh pelaku.

“Papan notarisnya juga dicabut dan dibakar,” terangnya, Selasa (5/9/2017).

Pelaku merupakan warga Tembalang, Semarang yang sehari-hari merupakan ibu rumah tangga. Berdasarkan pengakuannya, uang penipuan itu digunakan untuk membayar utang sebesar Rp400 juta.

Ikut disita bersama penangkapannya ialah mobil Toyoya dengan nopol H 9215 FD yang digunakan sebagai lokasi transaksi, satu kwitansi untuk pembayaran tanah di Jl. Mangga, Gejayan, Condongcatur, dan selembar tanda terima dari notaris fiktif Adi Kurnianto. Sementara itu, petugas juga sedang melakukan pengejeran pada rekan satu tim pelaku. Meski belum bisa dipastikan, ada indikasi jika pelaku penipuan ini merupakan sindikat tindak kriminal sejenis.

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…