Rambu larangan merokok terpasang di akses masuk Masjid Agung Solo, Selasa (5/9/2017). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Rambu larangan merokok terpasang di akses masuk Masjid Agung Solo, Selasa (5/9/2017). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Rabu, 6 September 2017 03:30 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

Pengurus Masjid di Solo Berlakukan Kawasan Tanpa Rokok

Pengurus masjid juga menerapkan larangan merokok.

Solopos.com, SOLO — Sejumlah pengurus masjid di Kota Solo menerapkan kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) di kompleks masjid setempat. Hal itu untuk mendukung kenyamanan jemaah terutama yang masih berusia anak-anak.

Sekretaris 1 Masjid Al-Wustho Mangkunegaran, Purwanto, mengatakan takmir Masjid Al-Wustho menerapkan kebijakan KTR di area masjid mulai Mei 2017 lalu. Takmir masjid kini telah memasang sejumlah papan pengumuman atau petunjuk larangan merokok di area Masjid Al-Wustho.

“Kami menerapkan kebijakan kawasan tanpa rokok di area masjid untuk mendukung kenyamanan jamaah terutama anak-anak. Apalagi di sekitar Masjid kini ada kegiatan pendidikan taman kanak-kanak dan juga sekolah dasar. Asap rokok diketahui berbahaya bagi kesehatan tubuh jika terhirup. Maka dari itu kami tidak mau merugikan jamaah,” kata Purwanto, Selasa (5/9/2017).

Purwanto menyampaikan takmir masjis Al-Wustho kini aktif mengawasi aktivitas masyarakat atau jamaah di area masjid supaya tidak merokok terutama saat waktu salat maupun sedang berlangsung kegiatan seperti pengajian. Jika mendapati ada jamaah yang merokok, takmir masjid akan meminta jamaah tersebut mematikan api rokok atau memilih melanjutkan merokok di luar area masjid.

Takmir Masjid Agung Keraton Solo juga telah menerapkan kebijakan KTR di area masjid. Sekretaris Takmir Masjid Agung Solo, Abdul Basid, mengatakan takmir Masjid Agung mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang ingin memperbanyak kawasan publik bebas asap rokok.

Takmir Masjid Agung melarang jamaah merokok di ruang utama dan serambi masjid. Dia menyebut, jika ingin merokok, jamaah setidaknya bisa mengambil posisi di halaman masjid.

“Larangan merokok jadi aturan baru kami dan surat keputusannya sudah ditempel di tembok serambi masjid. Bukan hanya itu, kami juga sudah memasang rambu larangan merokok di area masuk masjid. Aktivitas merokok di area masjid dapat menjadi contoh tidak baik bagi anak-anak dan remaja. Kami menilai aktivitas merokok lebih banyak menimbulkan kerugian ketimbang keutungan pada masyarakat baik dari segi sosial, kesehatan, maupun ekonomi,” jelas Basid.

 

KSP.Pratama Surya Makmur, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Nyanyian Sunyi Ekonomi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/9/2017). Esai ini karya Ronny P. Sasmita, Direktur Eksekutif Econ-Act Indonesia dan anggota Staf Ahli Komite Ekonomi dan Industri Nasional. Alamat e-mail penulis adalah ronny_sasmita@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO¬†— Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks…