Suasana karnaval di Jl. Margosari, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jateng, Minggu (3/9/2017). (Facebook.com-Echo Basio) Suasana karnaval di Jl. Margosari, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jateng, Minggu (3/9/2017). (Facebook.com-Echo Basio)
Senin, 4 September 2017 11:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

AGENDA SALATIGA
Kanaval HUT RI di Salatiga Dinilai Semrawut

Agenda berupa karnaval peringatan HUT ke-72 RI di Kota Salatiga dinilai semrawut.

Solopos.com, SALATIGA – Karnaval peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia (RI) di Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (3/9/2017), dinilai semrawut. Penilaian buruk atas salah satu agenda di Kota Salatiga itu dilontarkan warganet di media sosial Facebook lantaran masih banyak kendaraan bermotor yang melintas di jalur karnaval.

Warganet di grup Facebook Kabar Salatiga ramai melontarkan penilaian tersebut setelah pengguna akun Facebook Echo Basio mengunggah foto suasana karnaval HUT ke-72 RI di Jl. Margosari, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Pada keterangan foto, ia mengeluhkan masih banyak pengguna kendaraan bermotor yang nekat menerobos jalur karnaval. “Maaf ini katanya angkutan mobil sepeda motor diimbau tidak melewati jalur karnaval nyatanya zonk nol besar. Kasiahn simpatisan karnaval tidak maksimal,” tulisnya.

Dari foto yang diunggah, memang terlihat beberapa kendaraan bermotor di jalur karnaval yang melintas di Jl. Margosari. Warganet lantas menilai salah satu agenda di Kota Salatiga itu berlangsung semrawut. Mereka menganggap hadirnya kendaraan bermotor di Jl. margosari sebagai jalur karnaval sangat mengganggu.

“Semrawut.” ungkap pengguna akun Facebook Supri Supri Yadi Yadi.

Iya bener njengkelke tenan lurr [Benar, sangat menjengkelkan],” tulis pengguna akun Facebook Erlin Tari Part II.

Kesemrawutan karnaval peringatan HUT ke-72 RI itu tak berhenti sampai di situ. Di grup Facebook Jaringan Salatiga Liberal, warganet mengeluhkan hadirnya sampah yang berserakan dalam jumlah banyak seusai karnaval.

“Smart City dan Hati Beriman. Habis karnaval, sampah berserakan,” ungkap pengguna akun Facebook Wijayanto Dipuro dengan menyertakan foto jalur karnaval di Jl. Pemuda, Kota Salatiga.

Menurut warganet, kesemrawutan yang terjadi di karnaval itu merupakan akibat dari pengunjung yang tak mematuhi peraturan. Menurut mereka, panitia harus menerapkan peraturan lebih tegas dan memiliki perencanaan yang lebih matang sebelum menggelar agenda serupa di Kota Salatiga. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…