Ilustrasi pencurian (Hengky Irawan/JIBI/Harian Jogja) Ilustrasi pencurian (Hengky Irawan/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 2 September 2017 09:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

PERAMPOKAN SLEMAN
Sebelum Tertangkap, Penggasak Rumah Kosong Sempat Beraksi 6 Lokasi Berbeda

Perampokan Sleman dilakukan seorang pemulung

Solopos.com, SLEMAN — Memanfaatkan pekerjaan pencari barang bekas, tersangka HR, 26, mencongkel rumah kosong yang sedang ditinggal penghuninya. Ia berhasil menggasak sejumlah perhiasan emas yang kemudian dijual untuk membayar cicilan kredit motor miliknya.

Tersangka yang merupakan warga Pakis, Magelang sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Kasasreskrim Sleman, AKP Rony Are mengatakan ia mencongkel pintu belakang salah satu rumah di Jamblangan, Margomulyo, Seyegan

Baca Juga : PERAMPOKAN SLEMAN : Gasak Rumah Kosong Demi Kreditan Motor

Dari hasil penyidikan, diketahui jika HR sudah beroperasi di enam lokasi berbeda yang seluruhnya masuk wilayah Sleman. Namun, tambah Kasatreskrim, baru satu tindak kriminal di Seyegan ini yang kemudian ketahuan dan diciduk polisi. Berdasarkan pengakuan, tersangka mengambil apa saja jenis barang yang ada di rumah sasarannya selama bisa dijual.

Saat ditangkap, ia diamankan beserta satu sepeda motor dengan nomor polisi AA 6493 AT, satu buah ponsel, dan satu buah tatah besi sepanjang 14 cm yang menjadi senjata dalam tindak pencurian dengan pemberatan ini.

HR mengaku kerap membobol rumah warga yang didatanginya untuk memulung itu karena terdesak keadaan dan butuh uang lebih.

“Untuk bayar utang, nyicil motor,” ujarnya, Jumat (1/9/2017)

Dijelaskan jika kredit motor yang ditanggung masih akan berjalan selama satu tahun mendatang. Setiap bulannya, ia diharuskan membayar sebesar Rp520.000 untuk kendaraan tersebut. Padahal, bapak satu anak ini biasanya hanya sanggup membawa pulang uang berkisar Rp40.000 sampai Rp50.000 per hari dari hasil rongsoknya.

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…